Kirka – Ibadah puasa di bulan Ramadan 1447 H tak lantas menjadi dalih untuk menyurutkan intensitas persiapan atlet Provinsi Lampung.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat mewajibkan seluruh cabang olahraga (cabor) tetap menjalankan program pembinaan di tengah padatnya kalender kejuaraan nasional maupun internasional tahun ini.
Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mengingatkan bahwa siklus Ramadan adalah rutinitas tahunan yang seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh jajaran pelatih.
Ia meminta program latihan tidak dihentikan, melainkan disiasati lewat manajemen waktu yang rasional.
“Jangan sampai puasa terus-menerus dijadikan tameng untuk berhenti berlatih. Pelatih dan atlet harus bisa memanajemen waktu dengan tepat.
“Lakukan reschedule program, sesuaikan dengan ritme dan kondisi fisik atlet,” tegas Taufik, Jumat, 20 Februari 2026.
Latihan fisik intens tinggi di siang hari memang berisiko menguras daya tahan dan kalori secara drastis.
Menyadari hal tersebut, Taufik memberikan keleluasaan bagi para pelatih untuk memodifikasi jadwal.
Mengurangi durasi latihan siang atau memindahkan sesi latihan berat ke malam hari selepas berbuka dinilainya sebagai langkah strategis.
“Intinya, ibadah puasa dan program latihan ini jangan saling berbenturan, tapi harus bersinergi.
“Kalau pelatih mengambil kebijakan menggeser waktu latihan ke malam hari, itu sangat baik. Targetnya, semua bisa berjalan beriringan selama sebulan penuh,” urainya.
Di luar urusan fisik, Taufik melihat Ramadan sebagai momentum ideal untuk mematangkan aspek non teknis.
Waktu luang yang ada dapat dialihkan untuk memperkuat konsolidasi, koordinasi, dan evaluasi tim secara komprehensif.
“Evaluasi itu bagian vital dari rangkaian pembinaan.
“Jadi, di saat intensitas lapangan sedikit diturunkan, pelatih punya ruang lebih luas untuk berdiskusi dengan atlet maupun pengurus guna mematangkan langkah selanjutnya,” imbuh Taufik.
Langkah taktis serupa nyatanya juga diterapkan di tubuh internal KONI Lampung.
Taufik memastikan roda organisasi tidak berjalan lambat.
Koordinasi lintas bidang dan diskusi pemantauan progres cabor dipastikan tetap bergulir normal pada siang hari demi menuntaskan target program tahun ini.






