Gedor Zona 3, 56 Pesilat Adu Jurus Bidik Tiket Grand Final IPSI Lampung

Gedor Zona 3, 56 Pesilat Adu Jurus Bidik Tiket Grand Final IPSI Lampung
Sebanyak 56 pesilat muda dari lima kabupaten se-Lampung berpose bersama usai pembukaan Sirkuit Zona 3 IPSI Lampung di Padepokan Pahoman Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Sebanyak 56 atlet pencak silat dari lima kabupaten/kota mulai unjuk kemampuan dalam gelaran Sirkuit Zona 3 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung.

Ajang adu kekuatan untuk memperebutkan tiket menuju grand final tersebut resmi bergulir di Padepokan Pencak Silat Pahoman, Bandarlampung, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Selama tiga hari ke depan hingga 25 Juli mendatang, arena padepokan bakal memanas dengan sajian 64 partai pertandingan dari kategori putra maupun putri.

Para peserta yang turun gelanggang berasal dari kontingen Lampung Timur dengan 19 pesilat, disusul Tulangbawang (11), Waykanan (11), Mesuji (10), serta Tulangbawang Barat yang mengirimkan lima delegasi.

Sekretaris IPSI Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa persaingan pada etape ketiga tersebut memiliki tantangan yang berat.

Pihaknya menuntut para peserta untuk mengeluarkan seluruh potensi maksimal sejak babak penyisihan jika ingin menembus partai puncak pada September mendatang.

“Menjadi juara di zona 3 masih memiliki tugas berat, karena nanti akan bertemu dengan para juara dari zona 1 dan 2.

“Kami berharap para pesilat mampu menunjukkan kemampuannya secara penuh dan bertanding menjunjung tinggi sportivitas agar bisa menjadi juara sejati,” ujar Riagus saat membuka kejuaraan.

Guna menjamin kualitas hasil akhir dan objektivitas penilaian, penyelenggara memastikan seluruh perangkat pertandingan yang diturunkan merupakan barisan pengadil terbaik.

Langkah tersebut diambil agar hasil dari arena Pahoman benar-benar representatif serta melahirkan petarung tangguh yang siap bersaing di tingkat provinsi.

Ketua Pertandingan, Saferi, menambahkan bahwa kelancaran agenda penyisihan sangat menentukan kesuksesan tahapan kompetisi selanjutnya.

Target utamanya bukan sekadar menyelesaikan rangkaian sirkuit, melainkan menjaring bibit-bibit unggul untuk masa depan.

“Harapan kami pelaksaan pertandingan berjalan lancar sehingga grand final nanti juga bisa terselenggara dengan baik.

“Tujuan akhirnya jelas, melahirkan pesilat-pesilat terbaik Lampung untuk menghadapi berbagai kejuaraan nasional di masa mendatang,” kata Saferi.