Tarik Ulur Pemakaian Pahoman, KONI Minta Dispora Amankan Jadwal Porprov dari Bhayangkara FC

Tarik Ulur Pemakaian Pahoman, KONI Minta Dispora Amankan Jadwal Porprov dari Bhayangkara FC
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria (tengah, baju putih), dalam rapat koordinasi bersama Dispora dan perwakilan manajemen klub Bhayangkara FC, membahas sinkronisasi jadwal penggunaan Stadion Pahoman untuk Porprov 2026 agar tidak tumpang tindih dengan laga kandang klub profesional. KONI meminta pemerintah provinsi memprioritaskan hajatan daerah tersebut. Foto: Arsip KONI/Kirka/Iz

Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memprioritaskan jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Stadion Pahoman.

Langkah itu didorong guna meredam ancaman tabrakan agenda dengan laga kandang klub Bhayangkara FC.

Potensi tumpang tindih kalender muncul lantaran pesta olahraga antar kabupaten/kota bakal bergulir 18 sampai 28 November mendatang.

Khusus cabang olahraga sepak bola, babak penyisihan bahkan mulai bergulir lebih awal pada 14 November.

Di waktu bersamaan, Bhayangkara FC juga menetapkan stadion kebanggaan warga Bandar Lampung sebagai markas utama tim melakoni kompetisi profesional.

Menyikapi masalah pembagian venue, Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung, Riagus Ria, memastikan jajarannya sudah merampungkan rapat koordinasi bersama Dispora dan perwakilan manajemen klub pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Seluruh pihak berupaya membedah porsi waktu agar pemakaian lapangan terbagi rata.

“Tadi kita sudah menyampaikan usulan, jadwal kita khususnya untuk Stadion Pahoman ditujukan bagi pertandingan atletik dan sepak bola.

“Masukan tadi akan dirapatkan kembali oleh Dispora untuk menyusun pembagian waktunya,” kata Riagus.

Riagus mengingatkan Porprov bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan hajatan milik masyarakat luas sekaligus tanggung jawab penuh pemerintah provinsi.

Porsi jam pakai lapangan wajib dihitung presisi agar panggung pembuktian atlet daerah tetap optimal tanpa tertekan aktivitas klub profesional.

“Intinya Porprov adalah hajatnya masyarakat Lampung.

“Kita sangat ingin agenda sepak bola dan atletik tidak terganggu oleh kegiatan Bhayangkara FC,” tuturnya.

Kini, bola keputusan berada penuh di meja Dispora untuk merumuskan sinkronisasi teknis antara asosiasi PSSI, panitia cabang olahraga atletik, dan manajemen klub.

Keputusan pembagian jam pakai stadion secara adil menjadi kunci kelancaran hajatan daerah, sekaligus melindungi hak publik menikmati fasilitas olahraga negara.