Hamartoni Ahadis Pertanyakan Upaya Pemulihan Citra Unila

Hamartoni Ahadis Pertanyakan Upaya Pemulihan Citra Unila
Kepala Balitbang Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, mempertanyakan upaya pemulihan citra Unila pada acara Penyampaian Visi Misi dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Unila 2023 – 2027 pada Selasa (20/12), di GSG Unila. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Kepala Balitbang Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis pertanyakan upaya pemulihan citra Unila (Universitas Lampung).

Dia mempertanyakan upaya pemulihan citra Unila kepada para bakal calon Rektor Unila 2023 – 2027.

“Secara real, apa yang bisa kalian lakukan ketika terpilih sebagai Rektor Unila, untuk memulihkan citra Unila?” Kata Hamartoni Ahadis.

Hamartoni hadir mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam acara Penyampaian Visi Misi dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Unila 2023 – 2027 pada Selasa, 20 Desember 2022, di GSG Unila.

“Kita rasakan masih take down citra kita. Dari empat kontestan saya menyimak dari awal ada visi misi, strategi, program,” ujar dia pada sesi pertama acara.

Sesi pertama diikuti empat bakal calon Rektor Unila yakni Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Prof Asep Sukohar; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Ayi Ahadiat; Dosen Fakultas Hukum Prof Hamzah; dan Kepala LPPM, Prof Lusmeilia Afriani.

“Ada satu yang dilupakan, bagaimana memulihkan citra kita di regional, nasional, maupun internasional,” lanjut alumni S-2 Fakultas Pertanian Unila ini.

Hamartoni Ahadis menilai pemulihan citra Unila penting dilakukan mengingat yang menderita moral bukan hanya pelaku dan civitas akademika Unila.

“Tapi masyarakat, pemerintah daerah, juga ikut merasakan citra yang terpuruk sekarang ini,” kata dia.

Kepala Balitbangda Lampung Hamartoni Ahadis mewakili Gubernur Lampung mempertanyakan upaya pemulihan citra Kampus Hijau.

Hamartoni Ahadis pertanyakan upaya pemulihan citra Unila kepada bakal calon Rektor Unila Prof Asep Sukohar, Dr Ayi Ahadiat, Prof Hamzah, dan Prof Lusmeilia Afriani.

Asep Sukohar menyampaikan upaya pemulihan citra Unila dilakukan dengan kerjasama lintas sektoral dan media untuk meningkatkan kepercayaan publik.

“Ini pekerjaan kita bersama meningkatkan citra Unila pasca kejadian Agustus 2022,” kata Asep.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unila ini menyampaikan pasca OTT Rektor Unila Non-aktif pada bulan Agustus lalu, mahasiswa dan dosen sudah banyak menghasilkan prestasi akademik.

“Penghargaan ini adalah bagaimana kita membangun citra Unila,” ujar dia.

Baca Juga: Perkara Suap PMB UNILA Terancam Sidang Awal 2023

Selain itu, lanjut Asep, proses penerimaan mahasiswa baru di tahun 2023 akan ditangani oleh kementerian.

Bakal calon Rektor Unila dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Ayi Ahadiat, berjanji akan melakukan tahapan Strategy Recovery.

“Ada metode-metode yang bisa kita lakukan,” kata dia.

Ayi Ahadiat menyampaikan reputasi dan trust Unila hancur bukan hanya di tingkat regional dan nasional saja, tapi juga internasional.

“Pengembangan kerjasama internasional, efek dari publikasi Jakarta Post ya, ada universitas di Korea yang mau melakukan MoU, kemudian dijawab oleh mereka ‘Currently we can not doing any MoU with you because you are involving in robbery,” tutur Ayi.

Rekam jejak bakal calon rektor serta publikasi SDM dan inovasi Unila akan membantu pemulihan citra kampus di tengah-tengah masyarakat.

Bakal calon Rektor Unila Prof Hamzah, menanggapi pertanyaan Hamartoni Ahadis, dia mengatakan visi dan misi hanyalah landasan bijak sebuah penilaian untuk munculnya pimpinan yang berintegritas.

“Kita hadir di sini bukan mau melihat visi dan misi mana yang unggul,” kata dia.

Prof Hamzah dari Fakultas Hukum menyarankan cara mudah untuk melihat pemimpin yang berintegritas adalah lewat rekam jejak.

“Ketik saja Pak di Google itu, nama kami bermasalah atau tidak. Kita harus jujur,” ujar dia.

Sementara, Prof Lusmeilia Afriani mengaku ada beberapa hal yang perlu diperbaiki di kampus Unila.

“Secara akademis kita memang berjalan dengan baik tetapi memang ada hal-hal yang memang perlu kita perbaiki Pak,” kata Kepala LP2M Unila ini menanggapi pertanyaan Hamartoni Ahadis.

“Untuk memperbaiki citra Unila yang lebih baik yaitu dengan melakukan perubahan-perubahan,” lanjut dia.

Prof Lusmeilia Afriani menjelaskan Unila memiliki SDM dan inovasi yang bisa ditonjolkan kepada masyarakat.

“Kita akan mempromosikan apa yang sudah kita punya melalui media massa, pameran, dan sebagainya,” kata dia.

Pada sesi berikutnya, Penyampaian Visi Misi dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Unila 2023 – 2027, diikuti oleh bakal calon Rektor Unila Dr Marselina, Prof Murhadi, Dr Nairobi, dan Prof Suharso.

Namun, keempat bakal calon rektor di sesi kedua tidak mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan atas pertanyaan Hamartoni Ahadis.

Audiens yang bertanya pada sesi pertama tidak diberikan kesempatan untuk bertanya pada sesi kedua.

Baca Juga: Ruang Sempit Publik di Pilrek Unila