KIRKA – FFWI tolak nilai karya film pelaku kekerasan dan perundungan seksual, yang ikut serta dalam ajang Festifal Film Wartawan Indonesia ke XII di 2022 ini.
Baca Juga: PJS Apresiasi Komitmen Dewan Pers Membela Semua Wartawan
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Panitia FFWI XII Wina Armada Sukardi, yang menegaskan dalam gelaran di tahun 2022 ini, pihaknya akan mengambil sikap untuk tidak memberikan nilai terhadap karya film dari para pelaku, atau terduga pelaku kekerasan dan perundungan seksual.
Dimana pernyataan tersebut muncul, usai adanya pertanyaan dalam pembahasan yang diikuti para Dewan Juri, terkait layak tidaknya keikutsertaan karya film yang dihasilkan oleh pelaku film, yang sedang bermasalah terkait kekerasan atau perundungan seksual.
“Kami tegas menolak kekerasan, pelecehan seksual dan yang semacam itu dalam industri perfilman Indonesia. Ini sikap dasar FFWI,” ucap Wina Armada Sukardi, di Gedung Dewan Pers, Jumat 7 Oktober 2022.
Baca Juga: Dewan Pers Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo
Lebih lanjut, Tertiani ZB Simanjuntak selaku salah satu Staf Panitia FFWI menambahkan bahwa dengan keputusan yang diambil tersebut, terdapat selipan pesan yang ingin disampaikan oleh pihaknya kepada para seniman di industri perfilman Indonesia.
Dimana menurutnya pada masa mendatang nanti, diharapkan agar penggiat industri perfilman tak lagi menggunakan orang-orang yang melakukan kekerasan dan perundungan seksual.
“Ini pelajaran berharga buat kita semua. Mereka tidak membangun industri film tapi malah merusaknya,” urainya.
Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Judicial Review UU Pers
Sementara dalam FFWI ke XII di 2022 kali ini, sebanyak 54 film pilihan tengah dinilai oleh Dewan Juri, yang 30 diantaranya merupakan film bergenre drama, 13 film bergenre horor dan sebanyak 11 film merupakan komedi, yang telah tayang di Bioskop maupun pada Platform Digital, periode 1 Oktober 2021 hingga 30 September 2022.
Dan direncanakan akan segera diumumkan tiga genre film unggulan dan masing-masing unsurnya, pada 20 Oktober 2022 mendatang, yang akan disiarkan melalui media sosial Youtube.






