Pada Pemilu 2019 terdapat 14 partai politik yang lolos sebagai peserta pemilu. Sementara, partai politik peserta Pemilu 2024 sebanyak 23 partai.
Baca Juga: 23 Partai Politik Peserta Pemilu 2024
Hermansyah mengatakan eskalasi politik Lampung meningkat pada Pemilu 2024 juga disebabkan mantan kepala daerah ikut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
“Di beberapa partai ada yang mewajibkan para bupati yang habis masa jabatannya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR, baik Provinsi maupun RI,” ujar dia.
Hal itu mengakibatkan eskalasi politik akan semakin menghangat daripada pemilu sebelumnya.
“Apalagi sistem Pemilu 2024 tidak berubah, masih proporsional terbuka,” kata dia.
Hermansyah menilai sistem proporsional terbuka mengakibatkan tingginya potensi praktik politik uang.
“Kita tahu, siapa yang memiliki modal, rata-rata itulah yang jadi (terpilih) di Lampung. Namun, ada juga dengan ketokohannya bisa terpilih dengan baik,” ujar dia.
Baca Juga: Menimbang Proporsional Terbuka dan Tertutup
Dia membeberkan bahwa Provinsi Lampung selalu diidentikan dengan zona politik uang.
“IKP ini semacam early warning system, bagaimana caranya kita meminimalisir agar angka-angka tadi turun,” kata dia.
Suhu politik di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah juga dipastikan meningkat sebagai daerah dengan jumlah pemilih terbanyak.
IKP 2024 menyebutkan sebanyak 16,54 persen atau 85 kabupaten/kota berada pada kategori Rawan Tinggi.
Kemudian, 67,90 persen atau 349 kabupaten/kota masuk kategori Rawan Sedang, dan 15,56 persen atau 80 kabupaten/kota berada di kategori Rawan Rendah.
Dari 15 kabupaten/kota se-Povinsi Lampung, dua daerah masuk dalam kategori Rawan Tinggi yaitu Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah.
Kota Bandar Lampung menduduki peringkat 33 dengan skor IKP 62,90. Sementara, Lampung Tengah di peringkat 58 dengan skor IKP 54,65.
“Semua partai pasti menjadikan Kota Bandar Lampung dan Lampung Tengah sebagai titik sentral pertarungan,” kata Hermansyah.
Dia mengatakan kedua daerah tersebut memiliki jumlah pemilih yang banyak di samping Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan.
“Lampung Tengah selalu menarik karena menjadi lumbung suara untuk pemilu maupun pilkada, dan kultur masyarakatnya juga keras,” tutup dia.
Pada September 2022 lalu, KPU Provinsi Lampung merilis Hasil Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tingkat Provinsi Lampung Periode September 2022.
Hasil rekapitulasi menyebutkan Lampung Tengah memiliki pemilih terbanyak sejumlah 920.437 jiwa.
Disusul Lampung Timur sebanyak 757.235 pemilih, Lampung Selatan 716.346 pemilih, Kota Bandar Lampung 623.254 pemilih.
Baca Juga: Bawaslu Apresiasi Hibah Tanah dan Bangunan dari Musa Ahmad






