Menu
Precision, Actual & Factual

Bagi KPK, Penilaian JC Dilihat dari Nyanyian Syahroni di Persidangan

  • Bagikan
Eks Kabid Pengairan Dinas PU-PR Lampung Selatan Syahroni pakai rompi oranye KPK. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Salah seorang terdakwa dalam perkara korupsi fee proyek Dinas PU-PR Lampung Selatan yang ditangani KPK diketahui mengajukan permohonan sebagai Justice Collaborator (JC).

Dia adalah eks Kabid Pengairan pada Dinas PU-PR Lampung Selatan atas nama Syahroni.

Proses persidangan dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi untuk perkara ini, agaknya belum bisa menjadi penentu dari lolos atau tidaknya pengajuan JC itu.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho kepada KIRKA.CO mengatakan bahwa, lembaga antirasuah ini nantinya akan membuat penilaian atas pengajuan JC itu berdasarkan keterangan Syahroni ketika diperiksa sebagai saksi maupun sebagai terdakwa.

KPK, ujar Taufiq Ibnugroho mengagendakan pemeriksaan Syahroni ataupun terdakwa lainnya yakni eks Kadis PU-PR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi pada Rabu besok, 5 Mei 2021.

“Terkait JC, tentu kan kita tidak bisa menilai sebelum yang bersangkutan menerangkan sebagai terdakwa ataupun sebagai saksi. Jadi apa nanti yang dia terangkan akan kita nilai,” ungkap Taufiq Ibnugroho.

Keterangan Taufiq Ibnugroho ini diutarakan pada Rabu lalu, 28 April 2021.

Perkara korupsi yang menjerat Syahroni dan Hermansyah Hamidi ini diketahui ditindaklanjuti KPK atas penerbitan penyidikan baru dari kasus terdahulu yang menjerat eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Saat perkara Zainudin Hasan berlangsung, KPK diketahui telah mengabulkan permohonan JC dari 2 terdakwa, yaitu Anjar Asmara dan Agus Bhakti Nugroho.

Keterangan Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara dianggap telah menjelaskan peristiwa korupsi di Lampung Selatan secara siginifikan.

Karenanya, vonis kepada keduanya lebih ringan dibandingkan Zainudin Hasan.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan