Peluncuran Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID menjadi lompatan untuk bertransformasi membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat dan modern.
“Membentuk BUMN industri pertahanan yang kuat dan mandiri, yang mampu bersaing dan menguasai pasar di dalam negeri utamanya, dan diperhitungkan di pasar internasional atau pasar global,” kata dia.
BUMN industri pertahanan ini, lanjut Jokowi, akan menjadi ujung tombak kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan manufaktur komponen terkini berbasis dual-use technology dengan membangun global partnership seluas-luasnya dengan pihak manapun yang mau transfer teknologi.
Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID diminta terus berinovasi mencari cara dan terobosan di bidang SDM, bahan baku, produk, proses bisnis, dan operasionalnya.
“Semuanya harus excellent, yang terbaik. Semuanya ajak, tetapi tetap mayoritas kita, agar pasar kita juga bisa lebih membesar,” pungkas dia.
Baca Juga : Erick Thohir Pilih Kejagung Usut Kasus Garuda
Acara peluncuran Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID ditandai dengan penandatanganan kerjasama Holding BUMN Industri Pertahanan antara Defend ID dengan Kementerian Pertahanan, dan antara Defend ID dengan global partner.






