”Yang bersangkutan bisa saja berkelit, dan bahkan bisa juga tidak mengaku. Itu hak dia. (Bisa disebut Akbar inkonsistensi?) Iya betul. Iya bisa.,” ujar Ikhsan Fernandi Z dan diamini JPU KPK lainnya, Luki Dwi Nugroho.
JPU KPK berpendapat bahwa bantahan atau sangkalan dari Akbar Tandaniria Mangkunegara saat berstatus sebagai saksi untuk perkara Agung Ilmu Mangkunegara cenderung bertolak belakang dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan kendati telah disumpah.
Bantahan tersebut bahkan dilihat JPU KPK lebih ke arah pembelaan diri, dan niat untuk melindungi kepentingan kakak kandungnya Agung Ilmu Mangkunegara.
Baca Juga : JPU KPK Beberkan Catatan Penting Dalam Surat Tuntutan Akbar
”Jadi kita tidak 100 persen percaya kepada Akbar. Karena dulu aja nggak ngaku, sekarang ngaku. (Inkonsistensi) Itu kami sampaikan dalam surat tuntutan, supaya menjadi catatan juga bagi hakim,” tegas Ikhsan.






