AJI Indonesia Rilis Indeks Keselamatan Jurnalis 2022

AJI Indonesia Rilis Indeks Keselamatan Jurnalis 2022
Laporan AJI Indonesia tentang Indeks Keselamatan Jurnalis 2022.

Begitu pula dengan “memperlihatkan organ vital tanpa persetujuan”, 25% jurnalis laki-laki di luar Jakarta tidak menyebutnya sebagai bentuk kekerasan.

4. Berbanding terbalik dengan pengetahuan jurnalis mengenai protokol keamanan, dukungan keamanan dari tempat kerja mendapat indeks rendah.

Beberapa indikatornya adalah minim pelatihan keamanan yang diberikan oleh perusahaan media dan minimnya protokol keamanan khusus bagi jurnalis perempuan (untuk melindungi perempuan dari ancaman kekerasan seksual).

Dalam sesi FGD, jurnalis menyebutkan kebanyakan pelatihan justru mereka dapatkan dari organisasi profesi dari pada perusahaan media tempat mereka bekerja.

Baca Juga: AJI Bandar Lampung Soroti Kasus Kekerasan Jurnalis

Sedangkan, absennya mekanisme perlindungan khusus bagi perempuan berdampak pada tidak adanya mekanisme yang memadai ketika jurnalis perempuan mengalami pelecehan seksual dan mengalami trauma.

Praktik yang umumnya dilakukan adalah memindahkan tugas jurnalis perempuan bersangkutan agar terhindar dari ancaman kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.