Kirka – Sebanyak 298 pebulutangkis dari 15 kabupaten/kota turun gelanggang memperebutkan tiket Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) lewat ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Lampung 2026.
Kompetisi pencarian bibit atlet bergulir di Lapangan Badminton Sepang Jaya, Bandarlampung, 3 hingga 6 September 2026.
Ketua Umum Pengprov PBSI Lampung, Eko Agung Saputra, mengatakan kompetisi tahunan menjadi instrumen utama mengukur peta kekuatan atlet daerah.
Para jawara nantinya mewakili daerah masing-masing pada ajang multi-event provinsi November mendatang, sekaligus bersiap menghadapi kejuaraan nasional Desember nanti.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan pembukaan Kejuaraan Provinsi yang dihadiri 15 kabupaten/kota dan 298 atlet di Provinsi Lampung.
“Artinya, pembinaan kita berkesinambungan dan terus berprogres,” ujar Eko, Kamis, 3 September 2026.
Target besar sudah dipatok sejak awal kompetisi berjalan.
Jajaran pengurus PBSI membidik kelolosan kontingen bulutangkis Lampung menembus arena Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Langkah pembinaan berjenjang mendapat respons positif dari otoritas olahraga daerah.
Wakil Sekretaris II KONI Provinsi Lampung, Jares Mogni, menyatakan kompetisi usia muda sangat vital bagi masa depan prestasi daerah.
Fokus pembinaan terbagi untuk jangka menengah menyongsong Porprov dan jangka panjang menuju level nasional.
“Anak-anak yang hadir pada hari ini kemungkinan besar akan bertanding di PON 2032.
“Karena itu, KONI Provinsi Lampung sangat berkonsentrasi melihat bibit-bibit muda yang akan kita siapkan,” kata Jares.
Bersamaan dengan jalannya pertandingan, penyelenggara turut merapatkan barisan pengadil lapangan.
Sebanyak 30 perwakilan daerah mengikuti pelatihan wasit tingkat provinsi demi memastikan kesiapan perangkat pertandingan menjelang perhelatan olahraga akhir tahun nanti.






