BEM UI Somasi Atas Kelangkaan Tabung Oksigen

Kirka.co
BEM UI menyoroti kelangkaan tabung oksigen tengah mewabahnya Covid-19 di Indonesia. Foto: Istimewa

KIRKABEM UI mempersoalkan keberadaan tabung oksigen yang mengalami kelangkaan di Indonesia, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda.

Somasi terbuka itu dikemukakan BEM UI lewat akun Twitter @BEMUI_Official seperti dilihat KIRKA.CO, Minggu, 25 Juli 2021.

“Tingginya kasus Covid-19 membuat Indonesia mengalami kelangkaan tabung oksigen. Kelangkaan itu disebabkan oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19 secara nasional, khususnya di Jawa dan Bali,” tulis BEM UI dalam keterangannya.

BEM UI juga menyoroti harga tabung serta pengisian tabung oksigen. Menurut BEM UI, kelangkaan tersebut juga disebabkan oleh produksi yang belum optimal dan kurangnya tenaga untuk distribusi oksigen.

“Kemudian, terjadi pula kenaikan tak terkendali harga tabung dan pengisian tabung oksigen yang sangat dibutuhkan selama masa pandemi,” tambah BEM UI.

BEM UI menilai kondisi ini sedikit banyak disebabkan oleh kegagalan penyediaan dan penyiapan sejak tanggap bencana, kegagalan memenuhi kebutuhan dasar pada saat tanggap darurat, dan kegagalan memenuhi kewajiban mengendalikan harga yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kewajiban yang tidak dilakukan sejak prabencana hingga bencana nonalam terjadi di Indonesia. Salah satu akibatnya adalah hilangnya nyawa rakyat Indonesia.

“Berdasarkan hal-hal di atas, kami meminta Presiden, Menteri Perdagangan, dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk segera mengendalikan harga, memastikan ketersediaan oksigen dan tabung oksigen, serta memastikan distribusinya dalam waktu 7 hari (7×24 jam),” jelas BEM UI.

BEM UI menyampaikan ultimatum, apabila dalam waktu tersebut tidak dipenuhi, kami akan melakukan langkah-langkah hukum dan konstitusional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berikut dokumen somasi terbuka yang dipaparkan BEM UI : 

https://drive.google.com/file/d/1ObW_ieL_rmqsJTBY65kxn3H9Ahi-yR6V/view