Dialog 2+2 dan Pabrik Amunisi, Dong Jun-Sjafrie Buka Babak Baru Kerja Sama Pertahanan

Dialog 2+2 dan Pabrik Amunisi, Dong Jun-Sjafrie Buka Babak Baru Kerja Sama Pertahanan
Eksponen 98 Mahendra Utama. Ia menyoroti kesepakatan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Tiongkok Dong Jun mengenai rencana pembangunan pabrik amunisi 2027 sebagai babak baru kemandirian industri militer nasional. Foto: Arsip pribadi/Kirka

Kirka – Pemerintah Indonesia dan Tiongkok bersepakat memperluas cakupan kerja sama militer.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menhan Tiongkok Laksamana Dong Jun memutuskan rencana pembangunan pabrik amunisi patungan dan peningkatan intensitas latihan prajurit dalam pertemuan bilateral di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Eksponen 98, Mahendra Utama menyoroti lawatan Dong Jun sebagai babak baru hubungan diplomasi pertahanan kedua negara semenjak penandatanganan Defense Cooperation Agreement pada 2007.

Menurut Mahendra, perjumpaan dua pejabat tinggi membawa kemajuan nyata bagi postur pertahanan Nusantara.

“Sjafrie memandang kerja sama bersama Tiongkok sebagai langkah maju pada era pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia sekarang maupun masa depan,” kata Mahendra merujuk pada hasil pembicaraan tingkat tinggi di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Mahendra merinci, kesepakatan nyata pertama berwujud proyek pabrik amunisi yang ditargetkan beroperasi pada 2027.

Skema kongsi melibatkan transfer teknologi dari Beijing untuk memproduksi roket, rudal, dan peluru.

Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertahanan, PT Pindad dan PT Len Industri, dipersiapkan masuk ke dalam perusahaan patungan pelaksana.

Bukan sekadar urusan industri alat utama sistem persenjataan (alutsista), pertemuan lewat format Dialog 2+2 juga menghasilkan perluasan porsi latihan militer.

Pertukaran personel tidak lagi menyasar kalangan perwira, melainkan menjangkau level bintara dan tamtama.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi mengundang militer Tiongkok ikut serta pada ajang latihan gabungan Heping Garuda.

Kedekatan hubungan Jakarta-Beijing sebenarnya sudah terbangun sejak Sjafrie menyambut langsung kedatangan Dong Jun di Bali, Kamis, 20 Agustus.

Dong Jun secara terbuka mengagumi kesamaan akar budaya saat mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana.

Pengakuan atas kedekatan kultural lantas berlanjut pada kesamaan visi geopolitik.

Secara lugas, Menhan Tiongkok mengajak Indonesia bersama-sama menangkal niat buruk kekuatan asing, sekaligus menawarkan model kemitraan mereka sebagai rujukan bagi negara-negara Global South.

“Kami akan bergandengan tangan mempercepat modernisasi kemampuan pertahanan nasional masing-masing, membangun perisai keamanan yang kuat, dan memberikan stabilitas serta kepastian lebih besar bagi dunia yang penuh perubahan dan gejolak,” ucap Dong Jun seperti dikutip Mahendra.

Akhir dari pertemuan menegaskan satu komitmen bersama.

Keduanya sepakat mengambil peran aktif menjaga stabilitas kawasan dan mencegah segala tindakan perusak tatanan internasional pasca Perang Dunia II.