Merapat di Lampung, MV Cape San Juan Bongkar Alutsista Super Garuda Shield 2026

Merapat di Lampung, MV Cape San Juan Bongkar Alutsista Super Garuda Shield 2026
Kapal kargo raksasa MV Cape San Juan, bersandar di Pelabuhan Panjang, Lampung, membawa muatan alutsista untuk mendukung latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2026. Foto: Arsip Istimewa/Kirka/I

Kirka – Kapal kargo raksasa MV Cape San Juan resmi bersandar di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

Kedatangannya membawa muatan khusus berupa deretan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk menunjang perhelatan latihan militer Super Garuda Shield 2026.

Perlengkapan tempur yang baru saja dibongkar dari lambung kapal tidak akan berlama-lama di Lampung.

Iring-iringan kendaraan logistik segera mendistribusikannya lewat jalur darat menuju Pusat Latihan Tempur Baturaja, Sumatera Selatan, sebagai medan utama manuver ribuan prajurit multinasional.

General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menyebut wilayah kerjanya memang didapuk sebagai titik awal masuknya pasokan logistik latihan gabungan tahunan.

“Pelabuhan Panjang menjadi area sandar MV Cape San Juan. Semua alutsista yang turun langsung didistribusikan ke Baturaja,” ungkap Hardianto, dikutip pada Senin, 10 Agustus 2026.

Mengingat muatan yang dibongkar berstatus objek vital, otoritas pelabuhan menerapkan standar penanganan ekstra.

Manajemen Pelindo berbagi peran dengan jajaran TNI beserta instansi terkait demi mengawal mulusnya rantai pasok, mulai dari penyesuaian jadwal sandar hingga pengamanan di area dermaga.

Hardianto memastikan seluruh proses bongkar muat persenjataan berat berjalan sesuai prosedur tanpa mengganggu aktivitas niaga reguler.

“Kami berkomitmen memberikan dukungan optimal.

“Keselamatan, keamanan, ketepatan, serta kelancaran operasional menjadi prioritas utama sejak kapal tiba hingga seluruh aktivitas bongkar rampung,” paparnya.

Sebagai informasi, Super Garuda Shield sendiri merupakan ajang uji kemampuan prajurit TNI bersama militer Amerika Serikat dan sejumlah angkatan bersenjata dari negara mitra.

Rencananya, setelah rentetan latihan usai, seluruh armada tempur yang kini dikirim ke Baturaja akan ditarik kembali ke Pelabuhan Panjang pada September 2026 mendatang untuk dimuat ulang ke kapal yang sama.