Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung resmi membentuk koperasi guna memandirikan sektor pendanaan.
Unit usaha yang diinisiasi Bidang Mobilisasi Daya, Sumber Daya, Dana, dan Usaha itu ditargetkan menekan ketergantungan organisasi terhadap kucuran dana hibah pemerintah.
Ketua Koperasi KONI Lampung, Doni Irawan mengatakan, kehadiran lembaga ekonomi baru dibentuk khusus untuk menggali sumber pendapatan alternatif.
Kelak, seluruh keuntungan akan disuntikkan kembali sebagai dana tambahan operasional bagi induk organisasi maupun cabang olahraga (cabor) di Bumi Ruwa Jurai.
“Konsepnya murni gotong royong, dari kita untuk kita.
“Hasil usaha diputar lagi sepenuhnya demi menghidupkan iklim pembinaan dan kompetisi atlet daerah,” kata Doni, Kamis, 25 Juni 2026.
Secara teknis, koperasi membidik peluang bisnis dari kebutuhan rutin yang selama ini kerap mengalir ke vendor luar.
Layanan yang ditawarkan mencakup produksi kaos kontingen, seragam pertandingan, pengadaan medali, hingga berbagai atribut turnamen.
Doni menjamin, harga yang dipatok jauh lebih miring dan kompetitif dibandingkan jika cabor memesan perlengkapan melalui pihak ketiga.
“Strategi bisnis yang diterapkan sekaligus berfungsi ganda untuk membantu cabor menghemat pengeluaran belanja perlengkapan,” jelasnya.
Terkait status keanggotaan, pada tahap awal fasilitas baru terbuka untuk kalangan internal yang meliputi jajaran pengurus harian, staf, dan karyawan KONI.
Adapun pola hubungan dengan cabor masih berjalan sebatas kemitraan bisnis.
Meski demikian, struktur keanggotaan dipastikan bakal diperluas seiring penguatan modal koperasi.
“Ke depan, para ketua dan sekretaris cabor akan diakomodasi untuk bergabung secara resmi sehingga berhak menerima pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU),” kata Doni.
Sebagai gebrakan perdana, pengurus langsung merajut kerjasama promosi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Lampung.
Koperasi bersiap mendirikan stan khusus pada kejuaraan nasional taekwondo yang dijadwalkan bergulir dalam waktu dekat.
Ajang berskala nasional dinilai menjadi panggung paling efektif untuk memperkenalkan produk dan memutar roda bisnis koperasi kepada ekosistem olahraga yang lebih luas.






