Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai memetakan calon lokasi sumber api abadi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Langkah terbaru diwujudkan lewat peninjauan potensi panas bumi di kawasan kaki Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
Penelusuran tim pencari berfokus pada dua titik utama.
Lokasi pertama berada di objek wisata Belerang Simpur, Desa Kecapi, sementara titik kedua menyasar kawasan Pantai Boom Way Panas di Kelurahan Kalianda.
Kedua destinasi alam terpilih masuk dalam radar pencarian karena memiliki karakteristik geothermal yang menjanjikan sebagai simbol pembukaan ajang olahraga nasional.
Tokoh pemuda setempat, Ido, memandang pengecekan langsung ke lapangan sangat penting guna memastikan kelayakan teknis.
Bentang alam Rajabasa, menurutnya, menyimpan cadangan belerang dan sumber panas alami yang mumpuni.
“Gunung Raja Basa punya potensi panas bumi dan belerang yang sangat layak ditelusuri kelayakannya sebagai sumber api abadi,” kata Ido.
Ekspedisi di pesisir selatan Lampung rupanya merupakan kelanjutan dari rangkaian observasi sebelumnya.
Koordinator Tim Sumber Api PON 2032, Herman Afrigal, mengungkapkan bahwa jajarannya telah merampungkan penyisiran serupa di wilayah Kabupaten Tanggamus.
Kini, seluruh data geologis serta aksesibilitas dari setiap lokasi sedang dikompilasi secara komprehensif.
“Hasil temuan di lapangan akan segera dilaporkan kepada pimpinan untuk dilakukan kajian lebih lanjut,” jelas Herman melalui keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.
Sekadar informasi, pencarian sumber api sakral dipastikan belum berhenti.
Guna mendapatkan opsi paling ideal, tim menjadwalkan pergerakan menuju wilayah barat provinsi.
Kawasan Suoh di Kabupaten Lampung Barat, yang populer dengan aktivitas kawah vulkaniknya, menjadi target observasi berikutnya dalam waktu dekat.






