Asah Daya Ledak Menuju Manado, KONI Pelototi Langsung Pelatda 24 Petinju Lampung

Asah Daya Ledak Menuju Manado, KONI Pelototi Langsung Pelatda 24 Petinju Lampung
Kabid Binpres KONI Lampung, Dr. Yopi Hutomo Bhakti (kanan), memberikan arahan langsung kepada 24 atlet tinju proyeksi PON Beladiri 2026 di Nusa Lontar Boxing Camp, Bandarlampung. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai memantau ketat kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II Tahun 2026.

Fokus pengawasan kali ini menyasar 24 petinju yang tengah menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) secara intensif guna mempertajam daya ledak pukulan sebelum bertolak ke Manado, Sulawesi Utara.

Peninjauan lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Lampung, Dr. Yopi Hutomo Bhakti, beserta jajarannya pada Jumat, 19 Juni 2026.

Rombongan mendatangi Nusa Lontar Boxing Camp di Bandarlampung untuk melihat langsung progres 18 atlet putra dan enam putri asuhan Pengprov Pertina setempat.

Selama tiga pekan terakhir, para petarung tidak sekadar melahap menu fisik dasar.

Guna meruncingkan insting di atas ring, tim pelatih secara rutin menggelar sesi latih tanding antar-sasana se-provinsi.

Simulasi pertarungan tersebut dinilai penting untuk mengevaluasi teknik, pertahanan, serta mental kompetisi para atlet.

Merespons tingginya intensitas program latihan, Yopi memberikan apresiasi penuh atas komitmen jajaran pengurus Pertina Lampung.

Pihaknya menegaskan bahwa peningkatan kualitas latihan secara persisten mutlak diperlukan agar target medali emas kelak bisa direalisasikan.

“Kami melihat semangat dan keseriusan anak-anak sangat baik. Atlet maupun pelatih harus tetap fokus menjalankan program yang sudah disusun.

“Kuncinya disiplin, kerja keras, dan jangan sampai terpengaruh oleh urusan di luar kepentingan pembinaan prestasi,” ujar Yopi memberikan instruksi, dilansir pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Pertina Lampung, Hermanto, menyambut positif dukungan langsung dari otoritas olahraga daerah.

Ia memaparkan, pemusatan latihan di Nusa Lontar hanyalah satu fase dari rangkaian cetak biru persiapan menuju 2026.

Guna mengukur efektivitas hasil tempaan sasana sekaligus menambah jam terbang, para petinju dijadwalkan turun gelanggang pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Ajang pemanasan tersebut diproyeksikan menjadi parameter utama sebelum skuad inti benar-benar diterjunkan ke arena PON Beladiri.

Sebagai catatan, langkah berkelanjutan dari KONI ini tak lain untuk menjaga ritme pembinaan cabang olahraga proyeksi medali agar tetap berada di jalur yang tepat.

Sinergi kuat antara lembaga pembina, pengurus cabang olahraga, hingga level akar rumput menjadi modal penting bagi kontingen daerah untuk mengharumkan nama Sai Bumi Ruwa Jurai di kancah nasional.