KIRKA – Korem 043/Gatam siap bantu penanganan karhutla di Lampung.
Kepala Staf Korem 043/Gatam Kolonel Inf Prasetyo mewakili Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2023 di Provinsi Lampung.
Rapat koordinasi penanganan karhutla berlangsung di Mahan Agung Kota Bandar Lampung, Jumat (28/7/2023), dipimpin Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Ini merupakan bentuk upaya pemerintah Provinsi Lampung beserta instansi terkait untuk melakukan penanggulangan karhutla sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020, tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.
Gubernur mengajak stakeholder terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dini, sekaligus memberikan perhatian penuh terhadap risiko terjadinya karhutla.
Di antaranya dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan karhutla, melalui pembinaan Kelompok Masyarakat Peduli Api/ Kelompok Tani, dan pemegang izin pemanfaatan hutan.
“Segala upaya harus terus kita lakukan bersama. Oleh karenanya, saya minta kepada semua pihak agar menindaklanjuti secara efektif hasil pendampingan oleh Tim Kementerian KLHK pada hari ini,” kata Arinal Djunaidi.
Provinsi Lampung dengan luas wilayah daratan ± 3.355.355 hektare memiliki potensi karhutla. Korem 043/Gatam siap bantu penanganan karhutla di Lampung.
Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Prasetyo, menyampaikan Korem 043/Garuda Hitam beserta jajaran, siap membantu pemerintah dalam mencegah karhutla di Provinsi Lampung.
“Mewakili Danrem 043/Gatam, kami dari Korem 043/Garuda Hitam beserta jajaran, siap membantu pemerintah dalam mencegah karhutla di Provinsi Lampung,” ujar Prasetyo.
Dia mengimbau pihak-pihak terkait, perusahaan, masyarakat, terutama para pemegang izin pemanfaatan hutan, secara bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan saling bahu membahu dalam upaya untuk menanggulangi karhutla di Lampung.
Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mencatat kawasan hutan seluas 4.853,36 hektare di Lampung terbakar sepanjang Januari-Juni 2023.
Dalam enam bulan terakhir, tercatat ada 1.253 titik panas di wilayah Lampung. Hutan yang didominasi semak belukar itu diduga sengaja dibakar oleh pemburu liar.
Kepala Dinas Kehutanan Lampung Yanyan Ruchyansyah mengatakan, ada lima kabupaten yang paling rawan kebakaran hutan, yakni Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Way Kanan, dan Tulang Bawang.






