KIRKA – Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan kembali diperiksa KPK pada 12 Desember 2022 di Gedung KPK.
Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan kembali diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus yang menetapkan hakim agung, Gazalba Saleh sebagai tersangka.
Adapun Gazalba Saleh ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pengembangan perkara dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung yang telah menetapkan hakim agung, Sudrajad Dimyati sebagai tersangka terlebih dahulu.
Hasbi Hasan diketahui telah juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menjerat hakim agung, Sudrajad Dimyati.
Baca juga: Hakim Agung Gazalba Saleh Resmi Ditahan KPK
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menerangkan bahwa pemeriksaan Hasbi Hasan sedang berjalan.
”Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka GS [Gazalba Saleh],” kata Ali Fikri.
Namun begitu, Ali Fikri belum menjelaskan hal apa yang didalami penyidik KPK dari Hasbi Hasan.
Selain memangil Hasbi Hasan, di hari dan untuk perkara serupa, penyidik juga memanggil saksi lainnya.
Baca juga: 13 Tersangka Korupsi di Mahkamah Agung
Mereka adalah Komisaris PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton), Dadan Tri Yudianto selaku.
Dalam perkara yang menjadikan Hasbi Hasan sebagai saksi ini, diketahui lembaga antirasuah tersebut menetapkan status tersangka kepada 13 orang dalam perkara suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.
Mereka adalah:
1. Gazalba Saleh berstatus hakim agung Mahkamah Agung.
2. Prasetio Nugroho berstatus hakim Yustisial/Panitera Pengganti pada Kamar Pidana Mahkamah Agung dan asisten hakim agung Gazalba Saleh.
3. Redhy Novarisza berstatus staf hakim agung Gazalba Saleh.
4. Sudrajad Dimyati berstatus hakim agung Mahkamah Agung.
5. Elly Tri Pangestu berstatus hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah
Agung.
6. Desy Yustria berstatus PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung.
7. MH berstatus PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung.
8. Nurmanto Akmal berstatus PNS Mahkamah Agung.
9. Albasri berstatus PNS Mahkamah Agung.
10. Yosep Parera berstatus pengacara.
11. Eko Suparno berstatus pengacara.
12. Heryanto Tanaka berstatus Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam Inti Dana.
13. Ivan Dwi Kusuma Sujanto berstatus Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam Inti Dana.






