KIRKA – Jokowi minta Polri mengerti politik tapi tidak berpolitik. Permintaan ini disampaikan Presiden Jokowi di hadapan pejabat utama Mabes Polri, kepala kepolisian daerah, hingga kepala kepolisian resor di seluruh Tanah Air pada 15 Oktober 2022 kemarin. Setidaknya ada 5 permintaan Jokowi kepada Polri, salah satunya terkait dengan urusan politik.
”Yang ketiga, yang berkaitan dengan soliditas. Jangan sampai, ini hati-hati. Ini sudah masuk tahun politik. Karena tahapan Pemilu sudah berjalan sejak Juni yang lalu. Harus ditunjukkan soliditas di internal Polri dulu. (Kalau sudah) rampung, kemudian soliditas Polri dan TNI. Itu yang akan mengurangi tensi politik ke depan,” ujar Jokowi sebagaimana ditayangkan akun Youtube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Momen Irjen Panca Simanjuntak Saat Dengar Arahan Presiden
Pemahaman tentang kondisi politik ini diharapkan mampu dimengerti oleh para pimpinan Polri di setiap wilayah di Indonesia. ”Soliditas. Harus ada kepekaan. Posisi politik ini seperti apa sih? Karena saudara-saudara adalah pimpinan-pimpinan tertinggi di wilayah masing-masing. Sense of politic-nya juga harus ada. Tidak bermain politik, tetapi ngerti masalah politik karena memang kita akan masuk dalam tahapan tahun politik,” kata Jokowi.
Jokowi kemudian menjelaskan alasan mengapa Polri dia minta untuk solid menjelang Pemilu. ”Kalau dilihat Polri solid, dan bergandengan tangan dengan TNI, solid. Bolak-balik saya sampaikan, saya memberikan jaminan. Stabilitas keamanan kita, stabilitas politik kita pasti akan baik. Enggak ada berani coba-coba. Kalau coba-coba, ya tegas saja,” terangnya.
Baca juga: Firli Bahuri Tegaskan KPK Profesional Tak Terkontaminasi Politik
Sebagai informasi, terdapat 5 arahan Presiden Jokowi yang menjadi topik pembicaraan saat mengundang para personel Polri. Berikut rangkuman mengenai 5 arahan Jokowi:
Pertama menyoal tentang bagaimana Polri memperbaiki keluhan masyarakat terhadap beberapa hal, yakni terkait pungli, kesewenang-wenangan, mencari-cari kesalahan, dan gaya hidup yang mewah.
Kedua, menyoal tentang bagaimana Polri memberikan pelayanan dan respons yang baik kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa aman.
Ketiga, menyoal tentang bagaimana Polri memiliki sense of politic menjelang Pemilu dan diharapkan solid secara internal dan solid dengan TNI.
Keempat, menyoal tentang bagaimana Polri harus memiliki visi yakni menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Jokowi meminta supaya visi Presisi Polri disederhanakan.
Kelima, menyoal tentang bagaimana Polri tidak dianggap lemah dalam melaksanakan penegakan hukum terlebih pada peredaran gelap narkotika, judi online serta mampu merespons setiap peristiwa atau kejadian yang mengemuka ke tengah-tengah publik.






