KIRKA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ungkap keberhasilan transformasi BUMN sepanjang tahun 2021.
Keberhasilan transformasi BUMN terlihat dari laporan keuangan yang menjadi indikator.
Seperti peningkatan revenue, Earning Before Interest Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA) margin, hingga penurunan rasio utang terhadap total investasi.
“Kita lihat laporan keuangan, untuk buku 2021 terjadi peningkatan revenue 18,8 persen menjadi Rp2.292,5 triliun,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu, 1 Oktober 2022.
Menteri Erick Thohir mengatakan angka tersebut sangat signifikan apabila dibandingkan dengan APBN.
“Jadi proporsionalnya hampir mirip. EBITDA margin meningkat menjadi 20,4 persen. Artinya makin sehat dan jelas sehat,” ujar dia.
Menteri BUMN Ke-9 Erick Thohir juga menyampaikan total utang BUMN sebesar Rp1.579,6 triliun dengan equity atau modal di tahun 2021 mencapai Rp2.778,3 triliun.
“Debt to invested capital kita kira-kira 36 persen artinya juga sehat,” lanjut Erick.
Transformasi BUMN yang dilakukan Erick Thohir juga berhasil menurunkan bunga konsolidasi yang awalnya Rp91,5 triliun (2020) menjadi Rp73,5 triliun (2021).
Implementasi transformasi BUMN yang dilakukan oleh Erick Thohir berhasil menunjukkan capaian luar biasa di masa pandemi Covid-19.
Kementerian BUMN konsisten membentuk klaster BUMN lewat efisien jumlah BUMN.
“Insyaallah, jumlah BUMN terus kita lakukan konsolidasi,” ujar Erick Thohir.
Hal ini untuk memastikan bahwa dampak positif BUMN kepada industri dan masyarakat bukan karena banyaknya jumlah BUMN.
“Kita tidak menutup mata, ada juga BUMN yang kurang sehat, maka sejak awal kita bentuk portofolio daripada perbaikan BUMN-BUMN,” kata dia.
Per tanggal 31 Desember 2021, jumlah BUMN turun dari 108 entitas menjadi 92 entitas sesuai tanggal konsolidasi laporan keuangan holding.
Dari jumlah tersebut sebanyak tujuh BUMN telah diproses untuk likuidasi.
Sementara sisanya diharapkan akan terkonsolidasi menjadi 43 entitas BUMN pada akhir 2022.
“BUMN-BUMN yang tidak masuk ekosistem, akan berada di bawah Danareksa dan juga perusahaan pengelola aset (PPA),” ujar dia.
Erick Thohir ungkap keberhasilan transformasi BUMN yang juga tercermin dari program yang mendukung keterwakilan perempuan.
“Data 2022, ada 17 persen direksi perempuan di BUMN. Di 2023, ditargetkan akan mencapai 25 persen,” pungkas dia.
Baca Juga: PLN Buka Peluang Perempuan Berkarir






