KIRKA – Walhi Lampung, menggelar aksi di depan Tugu Soekarno jakan Gatot Subroto, Bandar Lampung, dengan membawa isu bencana ekologis yang salah satu penyebabnya adalah alih fungsi bukit menjadi tempat wisata.
Merespons konferensi tahunan perubahan iklim tingkat tinggi dunia ke-26 di Glasgow, Skotlandia, WALHI Lampung menggelar aksi sebagai peringatan kepada Pemerintah tentang permasalahan ekologis di kota Bandar Lampung, yang dinilai semakin parah.
Dimana saat ini semakin sering terjadinya bencana ekologis seperti tanah longsor dan banjir, yang salah satu penyumbang terbesar bencana tersebut adalah alih fungsi beberapa bukit menjadi objek komersil.
Baca Juga : Walhi Ungkap Catatan Kasus Pencemaran Pesisir Lampung
“Alih fungsi bukit menjadi pertambangan dan lokasi wisata di Bandar Lampung, akhirnya menimbulkan bencana ekologis seperti longsor atau banjir,” ucap Direktur WALHI Lampung, Irfan Tri Musri, Sabtu 6 November 2021.
Aksi yang dilakukan WALHI kali ini, juga ditujukan sebagai sebuah bentuk perlawanan atas ketidaktegasan pemerintah, yang telah mengakibatkan krisis iklim di kota Bandar Lampung.






