Menu
Precision, Actual & Factual

3 Orang Penyelenggara Negara di Balik Aliran Uang Korupsi Mustafa ke 13 Ketua DPC PKB

  • Bagikan
Lambang Partai Kebangkitan Bangsa. Foto Istimewa/Net

KIRKA.CO – Uang sejumlah Rp 65 miliar lebih yang merupakan total penerimaan eks Bupati Lampung Tengah Mustafa atas suap dan gratifikasi sesuai dakwaan KPK, nyatanya turut mengalir kepada 13 orang Ketua DPC PKB yang ada dalam naungan DPW PKB Lampung.

Diketahui, uang yang mengalir ke Ketua DPC itu ialah senilai Rp 25 juta per orang. Uang itu masih bagian dari Rp 18 miliar yang diberikan Mustafa kepada PKB, usai ia dan Chusnunia Chalim membuat kesepakatan dan komitmen ihwal mahar politik jelang Pilgub Lampung 2018.

Uang tersebut diketahui diberikan pada Oktober 2017 di Kantor DPW PKB Lampung. Yang memberikan uang itu adalah eks anggota DPW PKB Lampung Midi Iswanto dan eks Ketua DPC PKB Lampung dan juga Wakil Ketua I DPW PKB Lampung Khaidir Bujung.

Kala peristiwa berlangsung, di antara ke-13 orang tadi diketahui menduduki jabatan sebagai Penyelenggara Negara.

Mereka adalah Ketua DPC PKB Pesisir Barat Erlina. Pada saat penerimaan tersebut, Erlina adalah Wakil Bupati Pesisir Barat.

Kemudian, Ketua DPC PKB Lampung Barat Yohansyah Akmal. Yohansyah adalah anggota DPRD Lampung Barat kala itu.

Berikutnya adalah Ketua DPC PKB Tulangbawang Barat Soleh Taufik. Soleh adalah anggota DPRD Tulang Bawang Barat sebagai anggota Komisi A.

Untuk memastikan keberadaan nama-nama di atas, KIRKA.CO menanyakan pengetahuan M Yunus selaku pengacara Mustafa.

Pada Minggu, 28 Maret 2021, Yunus mengamini keberadaan mereka penerima Rp 25 juta sesuai dengan keterangan Midi Iswanto dan Khaidir Bujung.

KIRKA.CO sebelumnya telah mendapat konfirmasi dari Midi Iswanto ihwal uang-uang ini. Midi mengaminkan bahwa dari total 15 Ketua DPC PKB, ada 2 orang Ketua DPC PKB yang tidak menerima uang tersebut.

Diketahui, inisiator atau pemberi perintah di balik pelaksanaan pemberian uang tersebut datang dari eks Ketua DPW PKB Lampung Musa Zainudin kepada Khaidir Bujung.

Jaksa sebagai penuntut umum dari KPK Taufiq Ibnugroho telah dicoba dikonfirmasi pada Senin, 29 Maret 2021, ihwal keberadaan sosok atau identitas lain dari mereka yang menerima uang Rp 25 juta tersebut.

Namun sayang, KIRKA.CO belum mendapat jawaban dari Taufiq Ibnugroho. Pesan tertulis berisi permintaan tanggapan kepadanya hingga detik ini belum mendapat balasan.

Ricardo Hutabarat

Catatan : Sesuai dengan pedoman media siber, produk jurnalistik KIRKA.CO ini akan direvisi setelahnya apabila para narasumber yang dimintai keterangannya terkait materi tulisan di atas, telah memberikan respons. Utamanya respons dari KPK.

  • Bagikan