Menu
Precision, Actual & Factual

22 DPO Tahun 2021 Tayang Di Videotron Kejati Lampung

  • Bagikan
Videotron Depan Kantor Kejati Lampung Yang Menampilkan 22 DPO. Foto Eka Putra

KIRKA.COKejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memanfaatkan teknologi Videotron untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelaku kejahatan yang tengah diburu oleh Korps Adhyaksa, yang keberadaan pengumumannya berada tepat di pinggir jalan Wolter Monginsidi, di halaman depan gedung Kejati Lampung.

Dalam tayangan Videotron ini, Kejati Lampung memajang para pelaku kejahatan yang kini masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang di 2021, dimana terdapat 12 orang DPO Tindak Pidana Umum diantaranya :

1. Susanti, DPO perkara penggelapan dengan vonis penjara 15 tahun sejak 2015 lalu.
2. Basais Sutami & Sugan Sukiandjojo, DPO kasus penggelapan sertifikat dalam keluarga dengan kerugian yang diakibatkan sebesar Rp2 miliar.
3. Haidar Tihang, DPO kasus tindak pidana tanah (Stelionat).
4. Misrak, DPO perkara tindak pidana narkotika yang telah mendapatkan vonis penjara selama 8 tahun di 2015 lalu.
5. Charles, DPO perkara tindak pidana penganiayaan berat dengan vonis penjara selama 6 tahun dan 6 bulan yang divonis pada 2009.
6. Johanes Bresman, DPO perkara kekerasan seksual terhadap anak yang divonis penjara selama 8 tahun di 2002 lalu.
7. Akhmad Azani Kesuma, DPO kasus penyerobotan tanah.
8. Eko Santoso, DPO kasus pemerkosaan terhadap anak.
9. Aldinal, DPO kasus tindak pidana pembunuhan berencana.
10. Adam, DPO kasus tindak pidana kekerasan.
11. Agra Libo, DPO kasus tindak pidana narkotika.

Sedangkan pada DPO pelaku kejahatan tindak pidana khusus, Kejati Lampung memajang sebanyak 10 orang dengan urutan nomor wahid tetap pada nama mantan Bupati Lampung Timur Satono, dan berikut daftar para pelaku yang tengah dikejar di 2021 ini :
1. Satono, DPO tindak pidana korupsi APBD Lampung Timur dengan kerugian negara sebanyak Rp119 miliar.
2. Lukmanuddin, DPO tindak pidana korupsi dana Bantuan Langsung Mandiri Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan (BLM – PUMP) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung tahun Anggaran 2012.
3. Abdul Mukti, DPO tindak pidana korupsi pada pekerjaan pembangunan gedung ruang kelas SMAN 6 Metro tahun Anggaran 2013 dengan total kerugian negara sebanyak Rp54.114.066,35 (Lima puluh empat juta seratus empat belas ribu enam puluh enam rupiah koma tiga puluh lima sen).
4. Toni Haryanto, DPO tindak pidana korupsi dalam kegiatan rehabilitasi sarana dan prasarana pasar los terbuka 4 unit pasar Pagelaran Kabupaten Pringsewu tahun Anggaran 2011 dengan kerugian negara Rp76.176.956,08 (Tujuh puluh enam juta seratus tujuh puluh enam ribu sembilan ratus lima puluh enam rupiah koma delapan sen)
5. Rozaki Lukman, DPO tindak pidana korupsi dana simpan pinjam Proogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pedesaan pada UPK Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus tahun Anggaran 2015-2016.
6. Awalludin, DPO tindak pidana korupsi pada dana Uang Persediaan (UP) dan Tambahan Uang Persediaan (TUP) dalam kegiatan Pilpres di Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Lampung Tengah tahun Anggaran 2009, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp249.954.500 (Dua ratus empat puluh sembilan juta sembilan ratus lima puluh empat ribu lima ratus rupiah).
7. Endang Pristiwati, DPO tindak pidana korupsi pada dana di Bank BRI kantor cabang Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah tahun 2006 dengan kerugian negara senilai Rp2.025.854.103 (Dua miliar dua puluh lima juta delapan ratus lima puluh empat ribu seratus tiga rupiah).
8. Husri Aminudin, DPO tindak pidana korupsi pengadaan buku 50 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2010 dengan keruhian negara Rp9.601.378.895 (Sembilan miliar enam ratus satu juta tiga ratus tujuh puluh delapan ribu delapan ratus sembilan puluh lima rupiah).
9. Muhamad Azahri, DPO tindak pidana korupsi dalam kegiatan pekerjaan drainase dan talud serta gorong-gorong di Kampung Linggapura Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah tahun Anggaran 2016.
10. M.Roil, DPO tindak pidana korupsi pada kegiatan pengembangan integrasi tanaman Ruminisia Bumi Agung Way Tebu, Pekon Kejayaan Kecamatan Talangpadang Kabupaten Tanggamus tahun Anggaran 2012.

Atas seluruh DPO yang telah diumumkan oleh Kejati Lampung, masyarakat pun dihimbau jika melihat para pelaku agar dapat segera melapor, masyarakat diharapkan dapat turut ambil bagian untuk berperan aktif dalam penegakan hukum di bumi ruwa jurai, dengan menyampaikan informasi tentang keberadaan para DPO jika mengetahuinya.

  • Bagikan