KIRKA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan tingkat kemiskinan di Lampung relatif tinggi.
“Pembangunan provinsi di 2024 ada sekitar 16 dari 34 provinsi yang kami hitung, karena Papua dan Papua Barat masih jadi satu yang tingkat kemiskinan masih relatif tinggi dibanding sasaran pembangunan 2024 mendatang,” kata Suharso dikutip dari kontan.co.id.
Baca Juga: Arinal Djunaidi dan Eva Dwiana Tidak Genap Menjabat 5 Tahun
Hal itu disampaikan Suharso Monoarfa saat melakukan rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (5/6/2023).
Tingkat kemiskinan di Lampung relatif tinggi bersama 15 provinsi lainnya.
Berikut data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas):
Aceh (12,00-12,50); Sumatera Selatan (9,50 – 10,30); Lampung (9,50 – 10,00); Bengkulu (13,50 – 14,00); Jawa Tengah (9,50 – 10,00); Jawa Timur (8,50 – 8,90); DI Yogyakarta (10,85 – 11,20).
Gorontalo (13,70 – 14,00); Sulawesi Barat (8,50 – 8,70); Nusa Tenggara Barat (12,50 – 12,85); Nusa Tenggara Timur (16,50 – 16,90); Sulawesi Utara (9,50 – 9,80); Sulawesi Tenggara (10,00 – 10,30); Maluku (14,00 – 14,60); dan Papua Barat (18,90 – 19,20).
“Di Kalimantan, alhamdulillah, semuanya sudah di bawah rata-rata nasional. di Jawa masih cukup tinggi, Jateng, Jatim dan DIY. Di Sulawesi ada Gorontalo, dan Maluku Papua, NTB dan lainnya yang masih di bawah rata-rata,” ujar Suharso.
Baca Juga: 33 Janji Arinal-Nunik Bakal Kandas
Diketahui, di akhir masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo, angka kemiskinan terus ditekan ke kisaran 6,5-7,5% pada tahun 2024.
Akan tetapi, saat ini pemerintah masih mempunyai tugas berat untuk menurunkan angka kemiskinan di 16 provinsi tersebut agar bisa mencapai target sasaran pemerintah di 2024 mendatang.






