Menu
Precision, Actual & Factual

Polda Lampung Garap Dugaan Korupsi Jalan Nasional Rp 147 M

  • Bagikan
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dan Kombes Pol Mestron Siboro saat memberikan keterangan di Mapolda Lampung pada awak media terkait Tipikor PT URM milik pengusaha Engsit, Senin pagi (12/04). Foto Dok Polda Lampung

KIRKA.COUang senilai Rp 10 miliar milik PT. Usaha Remaja Mandiri (PT.URM -red) disita oleh penyidik subdit III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Lampung.

Selanjutnya, uang pecahan 100 ribu hingga 50 ribu yang didapatkan dari satu rekening ini akan dikembalikan ke kas Negara.

Dalam perkembangan terbaru perkara korupsi pengerjaan jalan Preservasi Rekonstruksi Jalan Prof. Dr. lr. Sutami – Sribawono – Simpang Sribawono , tahun Anggaran 2018-2019 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 147 miliar.

Meski begitu, perhitungan resmi masih menunggu hasil resmi dari BPK RI. Namun kerugian negara yang dihasilkan dalam proyek PT. URM milik Engsit ini mencapai Rp 60 miliar.

Dalam keterangan pers yang digelar Senin pagi (12/04) di Mapolda Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Mestron Siboro menjelaskan.

Polda Lampung telah mengirim empat SPDP ke Kejati Lampung Cq Kabareskrim Polri dan KPK pada 26 Februari 2021 yang lalu, kemudian pada 23 Maret 2021 ditembuskan terlapor.

“Bentuk monitoring kasus tersebut akan ada koordinasi dan supervisi oleh KPK RI ke depannya, koordinasi akan kami jalankan,” kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Dari perkara tersebut total 54 saksi telah diperiksa dari berbagai unsur, kemudian telah dimintai keterangan ahli yakni ahli Konstruksi dari Politeknik Negeri Bandung, ahli Hukum Pidana dari UI, dan ahli dari lembaga pengadaan barang dan jasa.

Polda Lampung juga telah melakukan penggeledahan yakni di ruang kerja Komisaris, ruang Direktur, ruang staf, dan ruang karyawan di kantor PT. URM. Dari penggeledahan, disita dokumen kontrak dan dokumen lainnya terkait pengerjaan, dua CPU, flashsdisk, dan 3 cap stempel milik perusahaan orang lain di kantor PT URM.

“Penyitaan terhadap barang bukti yang dimungkinkan sejauh berhubungan dengan perkara tersebut semisal, barang bukti bergerak dan tidak bergerak,” pungkas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Tom Saputra

  • Bagikan