Menu
Precision, Actual & Factual

PN Gedongtataan : Syamsu Rizal Pemilik Sah Pantai Sari Ringgung, Menghukum Anto Firmansyah Hentikan Seluruh Aktifitas Dilokasi Sengketa

  • Bagikan
Pantai Sari Ringgung Pesawaran Lampung. Foto Istimewa/Net

Pantai Sari Ringgung Pesawaran. Foto Istimewa/Net.

KIRKA.CO – Pengadilan Negeri Gedong Tataan akhirnya memenangkan pihak Syamsu Rizal dalam gugatan perdata melawan Anton Firmansyah, atas sengketa kepemilikan lahan kawasan Pantai Sari Ringgung Desa Sidodadi Kabupaten Pesawaran, yang dibacakan putusannya dalam gelaran sidang (04/03).

Gelaran sidang dengan agenda putusan tersebut dipimpin oleh hakim ketua Tommy Febriansyah Putra, dengan Vonis gugatan yang menyatakan bahwa Syamsu Rizal sebagai pemilik sah terhadap bidang – bidang lahan sengketa, serta menghukum Anton Firmansyah untuk menghentikan segala aktifitas pada lahan tersebut.

“Pertama memutus pihak tergugat telah bersalah atas tindakan melawan hukum dengan melakukan okupasi serta merubah kondisi lingkungan setempat, menghukum tergugat untuk menghentikan aktivitas pada sengketa,

Kemudian menghukum untuk menyerahkan dan mengosongkan lokasi sengketa, menyatakan putusan dapat dijalankan secara serta merta dan terakhir tergugat membayar denda sebesar Rp2 juta,” terang Ahmad Krisdevi (anggota tim kuasa hukum penggugat).

Sementara Yuzar Akuan selaku Koordinator dari tim Kuasa hukum penggugat Syamsu Rizal, menyebut keputusan majelis hakim tersebut telah sesuai dengan segala pertimbangannya, sebab perkara tersebut tercatat telah melalui 14 (empat belas) kali proses persidangan yang dimulai perdana sejak November 2020 lalu, maka ia berharap seluruh putusan Majelis Hakim dapat segera dilaksanakan.

Dan dalam waktu dekat ini, PN Gedongtatan akan segera melakukan pembongkaran terhadap properti milik tergugat, termasuk membuka portal pintu masuk yang telah dibangun di kawasan sengketa tersebut.

“Gugatan tersebut telah dimenangkan klien kami Syamsu Rizal, dan keputusan majelis hakim bersifat serta merta. Artinya sudah bisa dijalankan setelah diputuskan, meskipun tergugat nantinya melakukan upaya banding atau kasasi,” ujar Yuzar.

Diketahui perkara ini bermula pada Juli 2020, dimana saat itu Anton Firmansyah melakukan pemagaran dengan membangun tembok beton setinggi dua meter yang didirikan di pintu masuk wisata Pantai Sari Ringgung yang mengakibatkan pengunjung maupun pedagang tidak bisa masuk kawasan tersebut, sehingga kerugian dialami banyak pihak.

Penutupan akses tersebut dilakukan Anton Firmansyah karena ia berkeyakinan memiliki dokumen pemilikan yang sah, namun pada akhirnya sengketa tersebut berlanjut ke Pengadilan Negeri Gedong Tataan dan dimenangkan oleh Syamsu Rizal.

Eka Putra

  • Bagikan