KIRKA – Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemdikbud Ristek, Dr Mohammad Sofwan Effendi, selaku Plt Rektor Unila kukuhkan 19 Guru Besar pada Rabu, 30 November 2022.
Plt Rektor Unila, Dr Mohammad Sofwan Effendi, mengukuhkan 19 Guru Besar di GSG Unila.
“Ini masih ada yang belum dikukuhkan, satu orang sedang ke Jepang, seorang lagi sedang menunggu SK, dan enam orang lagi proses finalisasi,” kata Plt Rektor Unila usai acara pengukuhan Guru Besar Unila.
Mohammad Sofwan Effendi memperkirakan pada bulan Desember 2022 Guru Besar Unila bisa bertambah tujuh atau delapan orang lagi.
“Secara ideal, guru besar di sebuah perguruan tinggi minimal 10 persen dari jumlah total dosen di kampus tersebut,” ujar dia.
Guru Besar Unila, jelas dia, memiliki kewajiban untuk menerbitkan karya ilmiah bertaraf internasional dan mempublikasikan buku yang dapat menjadi referensi.
“Jika Guru Besar tidak melaksanakan kewajiban itu, dalam tiga bulan akan diberi teguran lisan, dan selanjutnya teguran tertulis. Jika dalam satu tahun tidak terpenuhi juga, maka tunjangan fungsionalnya diberhentikan,” kata dia.
Berikut 19 Guru Besar Unila yang dikukuhkan oleh Dr Mohammad Sofwan Effendi dalam Rapat Luar Biasa Senat Unila di GSG pada Rabu, 30 November 2022.
Plt Rektor Unila kukuhkan 19 Guru Besar:
1. Prof. Dr. Flora, M.Pd.
Judul Orasi “Proses Negosiasi Makna Dalam Interaksi di Kelas Pembelajaran Bahasa Inggris”.
2. Prof. Dr. Noviany, S.Si., M.Si.
Judul Orasi “Potensi Senyawa-senyawa Fenolik dan Modifikasi Struktur dari Tumbuhan Turi yang Memiliki Aktivitas Antituberkulosis dan Antikanker”.
3. Prof. Drs. Admi Syarif, Ph.D.
Judul Orasi “Paradigma Baru Penyelesaian Berbagai Persoalan Dunia Nyata Berbasis Kecerdasan Buatan”.
4. Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd.
Judul Orasi ” Perencanaan Pembelajaran untuk Pengembangan Kognitif dan Solusi Masalah Belajar “.
5. Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A.
Judul Orasi “Pengaruh Getaran Kereta Api terhadap Penyebab Retakan Bangunan dan Kerawanan Longsor Tanah Sekitarnya.”
6. Prof. Dr. Kamisah Delilawati Pandiangan, S.Si.,M.Si.
Judul Orasi “Pemanfaatan Katalis Heterogen Ramah Lingkungan Dalam Produksi Biodiesel”.
7. Prof. Dr. Emantis Rosa, M. Biomed.
Judul Orasi “Peran Phytotelmata sebagai Tempat Perindukan Alami Nyamuk Aedes Aegypti dan Potensinya Dalam Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD)”.
8. Prof. Dr. Ir. I Gede Swibawa, M.S.
Judul Orasi “Pengelolaan Berkelanjutan Nematoda Parasit Tumbuhan sebagai “OPT Senyap” di Lahan Pertanian”.
9. Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si.
Judul Orasi “Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan STEM Berorientasi pada Educational of Sustainability Development (ESD)”.
10. Prof. Dr. Ir. Agus Haryanto, M.P.
Judul Orasi “Limbah Agroindustri sebagai Sumber Energi Terbarukan”.
11. Prof. Dr. Ir. Kordiyana K. Rangga, M.S.
Judul Orasi “Keefektifan Kelompok Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat”.
“Setiap Guru Besar memiliki dua tugas utama, memproduksi para doktor dan menghasilkan produk hilir melalui riset dan inovasinya. Sehingga dapat dinikmati masyarakat dan industri,” ujar Plt Rektor Unila.
12. Prof. Dr. Ambya, S.E., M.Si.
Judul Orasi “Kemandirian Fiskal dan Kemiskinan Daerah Otonom Baru (DOB)”.
13. Prof. Dr. Rindu Rika Gamayuni, S.E., M.Si.
Judul Orasi “Penguatan kebijakan E-Planning, E-Budgeting dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Daerah untuk Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah yang Berkualitas pada Kabupaten/Kota di Indonesia”.
14. Prof. Dr. Ir. Chatarina Niken Dwi Wahyuni Setya Budi Utami, M.T.
Judul Orasi “Model dan Hubungan Deformasi Jalan Beton Berkinerja Tinggi serta Kerusakannya di Daerah Tropis Lembab”.
15. Prof. Drs. Andi Setiawan, M.Sc., Ph.D.
Judul Orasi “Senyawa Bioaktif Biota Laut Perairan Indonesia”.
16. Prof. Dr. Muhammad Fuad, M. Hum.
Judul Orasi “Jangan Lupa Berolah Sastra”.
Baca Juga: Prof Muhammad Fuad Melawan Korupsi Lewat Sastra
17. Prof. Dr. Sumardi, M.Si.
Judul Orasi “Medan Magnet dan Kehidupan Bakteri”.
18. Prof. Dr. Susi, S.E., M.B.A., Ph.D.C.A.
Judul Orasi “Isu Perbudakan Modern Dalam Pelaporan Berkelanjutan Perusahaan”.
19. Prof. Dr. Dra. Maria Erna Kustyawati, M.Sc.
Judul Orasi “Teknologi Tanpa Panas Karbon Dioksida Superkritis untuk Pengolahan Hasil Pertanian”.






