Pemkot Bandar Lampung Salurkan 233 Ton Beras Bagi Warga Terdampak BBM

Pemkot Bandar Lampung Salurkan 233 Ton Beras Bagi Warga Terdampak BBM
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumartha. Foto: Josua Napitupulu

KIRKAPemkot Bandar Lampung salurkan 233 ton beras bagi warga terdampak BBM (bahan bakar minyak) yang mengalami penyesuaian harga.

Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumartha, mengatakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial ini ditujukan bagi masyarakat yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM atau bantuan lainnya dari pemerintah.

“Alokasi bantuan dari anggaran penanganan dampak inflasi sebesar dua persen dari dana transfer umum (DTU),” ujar dia, Jumat,16 September 2022.

Bantuan beras bagi warga terdampak kenaikan harga BBM dijadwalkan akan dibagikan pada Oktober – Desember 2022.

“Bantuan beras ini nanti dalam ukuran 5 kilogram untuk satu kepala keluarga (KK),” kata dia.

Baca Juga: Anggaran Penanganan Dampak Inflasi di Bandar Lampung Capai Rp5,8 M 

Pendistribusian bantuan sembako ini, kata Kadek, untuk menopang daya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga bahan pokok di Bandar Lampung.

“Penerima manfaat bantuan sosial ini harus tepat sasaran. Warga yang benar-benar terdampak kenaikan BBM serta sama sekali belum menerima bantuan dari pemerintah, baik BLT BBM maupun lainnya,” jelas dia.

Dinas Pangan Bandar Lampung salurkan beras bagi warga terdampak BBM untuk 20 kecamatan dan 126 kelurahan yang akan didata oleh camat dan lurah masing-masing. 

“Untuk mendapatkan data yang valid, kita segera memanggil camat dan lurah agar sesegera mungkin mendata warganya yang terdampak kenaikan harga BBM,” pungkas Kadek.

Selain Pemkot Bandar Lampung salurkan 233 ton beras bagi warga terdampak BBM, pemkot setempat juga akan menggelar pasar murah sembako.

“Besok Sabtu 17 September akan diadakan bazar serentak di 10 kecamatan,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Bandar Lampung, Tole Dailami.

Harga bahan pokok disubsidi oleh pemerintah kota di luar dari alokasi anggaran penanganan dampak inflasi akibat kenaikan BBM.

“Anggaran kegiatan di luar dari dana dua persen refocusing dana alokasi umum (DAU),” ujar Tole.

Tahap pertama pasar murah di Bandar Lampung akan dimulai serentak di 10 kecamatan berikut.

Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kedamaian, Sukabumi, Sukarame, Way Halim, Tanjungsenang, Labuhan Ratu, Rajabasa, Langkapura, Kemiling.

Untuk lokasi pasar murah di Bandar Lampung silahkan cek pada laman berikut Pasar Murah di Bandar Lampung Tekan Inflasi Kenaikan BBM.