PBNU Tidak Melarang Nahdliyin Maju di Pilpres 2024

PBNU Tidak Melarang Nahdliyin Maju di Pilpres 2024
Ketua PBNU Prof Dr KH Moh Mukri (tengah) bersama Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (kiri) pada acara Musyawarah Daerah (Musda) X MUI Provinsi Lampung Tahun 2021 di Hotel Nusantara Syariah, Senin (11/10/2021). Foto: Istimewa

KIRKA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU tidak melarang nahdliyin maju di Pilpres 2024.

Sejumlah lembaga survei kerap merilis hasil jajak pendapat yang dilakukan terhadap tokoh-tokoh NU yang memiliki potensi di pemilu presiden (pilpres).

Di antaranya Menkopolhukam Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj, dan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf.

Terbaru, putri Gus Dur, Yenny Wahid juga masuk bursa calon wakil presiden.

Baca Juga: Khofifah Indar Parawansa Masuk Bursa Pilpres 2024

Ketua PBNU Prof Dr KH Moh Mukri mengatakan PBNU tidak melarang nahdliyin maju di Pilpres 2024. Tapi dia menegaskan bahwa PBNU tidak berpolitik praktis.

“Sejauh ini (PBNU) tidak berpolitik, tapi kalau kemudian tokoh-tokoh NU dianuin (dicalonkan) ya silakan saja,” ujar dia pada Sabtu (22/7/2023) malam.

“Tapi kan sampai hari ini belum, baru bisik-bisik tetangga,” lanjut Prof Mukri.

Jumlah pemilih nahdliyin yang besar dan tersebar merata di seluruh Indonesia selalu menjadi rebutan dalam setiap kontestasi politik.

Bahkan pada Pemilu 2019, suara nahdliyin menjadi salah satu faktor yang menentukan kemenangan pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

Menyikapi hal itu, Prof Mukri mempersilakan partai politik peserta Pemilu 2024 untuk mengusung figur-figur NU yang dianggap ideal sebagai bakal calon wakil presiden.

Apalagi PBNU menghargai hak politik nahdliyin sebagai warga negara yang memiliki hak untuk dipilih dan memilih.

“Itukan juga hak politik warga negara. Tidak ada larangan untuk maju. Ya monggo saja. NU kan nggak mencalonkan, yang mencalonkan itu kan partai-partai politik,” kata dia.

Sampai saat ini, jelas Prof Mukri, PBNU belum menyatakan sikap terhadap warga NU yang maju di Pilpres 2024.

“Kita ikuti saja air mengalir, lama-lama itu akan muncul, dan kemudian benar, ya monggo,” ujar Prof Mukri yang juga Ketua MUI Provinsi Lampung.

“Jadi sah-sah saja aja. Kalau sikap NU sampai hari ini belum dikeluarkan oleh PBNU. Tunggu sajalah seperti apa nantinya, yang terbaik untuk bangsa dan NKRI,” pungkas Prof Mukri.

Baca Juga: PKC PMII Lampung Dukung Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024