Menu
Precision, Actual & Factual

Nasib Perkara Korupsi Pajak MLBB Lampung Selatan Ditangan Kejati Lampung

  • Bagikan
Proses pelimpahan berkas korupsi pajak MLBB dari penyidik ke penuntut pada 23 Maret 2021. Foto Istimewa

KIRKA.COKejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung diketahui tengah menangani dugaan tindak pidana korupsi atas penerimaan pajak Mineral Bukan Logam Batuan (MLBB) senilai Rp 2 miliar pada BPPRD Lampung Selatan (Lamsel).

Kasus ini terakhir berada pada tahap pelimpahan berkas kasus, dari penyidik ke penuntut umum. Peristiwa tersebut berlangsung pada tanggal 23 Maret 2021.

Kepada KIRKA.CO, Ketua Umum DPD Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (Pematank) Lampung Suadi Romli mempertanyakan proses lanjutan perkara ini.

“Kami dalam hal ini Pematank, sejak awal telah mendedikasikan diri untuk konsern dalam melihat proses penegakan hukum khususnya pada hal yang berkaitan dengan korupsi. Kami melihat kasus ini telah menjadi perhatian bagi publik, karena ini juga berkaitan dengan uang masyarakat, kan ini urusannya pajak. Lah kok sampai sekarang kasusnya belum juga disidang? Apa kabarnya kasus ini,” ujar Suadi Romli, Jumat, 16 April 2021 saat ditemui di salah satu kafe di seputaran Kota Bandar Lampung.

Suadi Romli mengatakan, sudah sejak awal ia telah menyuarakan agar perkara korupsi yang bertendensi macet, lebih baik diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saja.

“Beberapa bulan lalu harapan untuk pengambil alihan perkara korupsi yang dalam tanda kutip macet-macet di Kejati Lampung ini, supaya diambil alih sama KPK aja. Kita juga kan tidak menutup kemungkinan, adanya indikasi konflik kepentingan dalam tiap penanganan kasus.

Tapi kalau sudah begini, ya diambil alih saja. Rugi negara, membayar gaji penegak hukum dari pajak yang diambil dari masyarakat kalau prosesnya begini,” keluh Suadi Romli sambil menyeduh kopi hitamnya.

KIRKA.CO mencoba meminta tanggapan kuasa hukum dari salah satu tersangka pada kasus korupsi ini. Menurut Sukriadi Siregar, substansi teknis penanganan perkara agaknya tidak elok untuk ia komentari.

“Sebaiknya untuk hal begini, ditanyakan ke penuntut umumnya saja. Yang jelas, per tanggal 23 kemarin, sudah dilimpah berkasnya dari penyidik ke penuntut,” tuturnya saat dihubungi pada Jumat malam.

“Belum,” timpal Sukriadi Siregar saat ditanya, apakah perkara ini telah dilimpahkan ke PN Tipikor Tanjungkarang.

Penelusuran KIRKA.CO pada laman resmi PN Tanjungkarang, registrasi atas perkara tersebut memang belum tercatat.

Diketahui, pada perkara ini penyidik menetapkan empat orang tersangka. Pada saat proses pelimpahan dari penyidik ke penuntut, Kejati Lampung telah menyampaikan pasal apa saja yang didakwakan kepada mereka.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan