KIRKA – DPP NasDem merespons kabar tentang kadernya di Provinsi Lampung diduga terlibat penganiayaan.
Respons ini disampaikan oleh Taufik Basari pada 16 Februari 2022, selaku Ketua DPP Partai NasDem Bidang Hukum dan HAM, juga selaku Ketua Badan Advokasi Hukum DPP Partai NasDem.
Baca Juga : Rekan Satu Partai Yakin Fauzan Sibron Tak Terlibat Penganiayaan
Terdapat 7 poin yang tertuang dalam respons Taufik Basari, seperti dilihat KIRKA.CO. Taufik Basari telah dimintai konfirmasi atas 7 poin tersebut melalui panggilan maupun pesan Whats App ke nomor ponselnya, namun yang bersangkutan belum memberikan respons.
Berikut keterangannya:
Terkait dengan pemberitaan di berbagai media mengenai dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung dari Partai NasDem berikut sikap Partai NasDem:
1. DPP Partai NasDem tegaskan sikap zero tolerance terhadap kasus kekerasan seksual siapapun pelakunya.
2. Terhadap dugaan keterlibatan kader Partai NasDem maka DPP Partai NasDem akan menghimpun informasi. Karena itu kepada semua pihak diharapkan dapat memberikan informasi yang valid sebagai bahan bagi Partai NasDem untuk mengambil tindakan.
3. DPP Partai NasDem menyadari posisi korban kekerasan seksual yang selama ini lemah ketika berhadapan dengan hukum, ditambah lagi masih kurangnya perangkat hukum yang belum mampu memberikan perlindungan optimal bagi korban.
Karena itulah Partai NasDem menjadi pendukung utama disusunnya RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan telah menyiapkan Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di seluruh provinsi se-Indonesia. Dalam setiap kasus kekerasan seksual posisi Partai NasDem harus menjamin pelindungan bagi korban, hal ini juga wajib dilaksanakan oleh seluruh pengurus dan kader Partai NasDem di Lampung.
4. DPP Partai NasDem juga memahami karakteristik kasus Kekerasan Seksual yang selalu berpotensi memberikan trauma bagi korban dan viktimisasi. Karena itu Partai NasDem berharap agar korban mendapatkan pendampingan yang layak dan pemulihan agar hak-hak korban terpenuhi.






