4 Jurnalis dan 1 Relawan RI Ditahan Israel, DPP PJS Tuntut Pembebasan Segera

4 Jurnalis dan 1 Relawan RI Ditahan Israel, DPP PJS Tuntut Pembebasan Segera
Sekretaris Jenderal DPP PJS, Abdul Rasyid Zaenal, mengecam keras tindakan militer Israel yang menahan empat jurnalis dan satu relawan WNI dalam misi kemanusiaan ke Gaza, serta mendesak pembebasan segera. Foto: Arsip PJS/Kirka/I

Kirka – Tindakan tentara Israel mencegat lalu menahan lima warga negara Indonesia di perairan Mediterania Timur memantik kecaman keras.

Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS) mendesak pembebasan tanpa syarat bagi empat wartawan dan satu pekerja kemanusiaan peserta misi Global Sumud Flotilla 2026 tujuan Gaza, Palestina.

Empat jurnalis yang menjadi korban penangkapan meliputi Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta kontributor iNews TV Rahendro Herubowo.

Sementara satu orang lainnya merupakan relawan utusan Rumah Zakat, Andi Angga Prasadewa.

Sekretaris Jenderal DPP PJS, Abdul Rasyid Zaenal, menilai penyergapan rombongan pembawa bantuan kemanusiaan sebagai pelanggaran hukum berat.

Pria asal Lombok yang akrab disapa Rasyid menegaskan, armada kapal disergap saat masih berlayar di wilayah perairan internasional yang tunduk mutlak pada aturan hukum global.

“Kami dari DPP PJS mengecam keras tindakan tentara Israel terhadap empat jurnalis dan satu relawan Indonesia,” kata Rasyid dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, dugaan penculikan terhadap awak media maupun relawan kemanusiaan tidak punya dasar pembenar apa pun.

Komunitas internasional dituntut memberikan perhatian serius dan turun tangan atas insiden penangkapan paksa di laut lepas.

“Pembebasan segera menjadi tuntutan yang mutlak harus dipenuhi,” tegasnya.

Diketahui, insiden pencegatan oleh otoritas militer Israel terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 di kawasan perairan Siprus.

Berdasarkan informasi terhimpun, sedikitnya 10 kapal pengangkut aktivis lintas negara ditahan sebelum berhasil bersandar di Jalur Gaza.

Tercatat ada sembilan relawan asal Indonesia yang ikut berlayar dalam armada kemanusiaan menembus blokade Gaza.

Dari jumlah keseluruhan, lima orang dipastikan jatuh ke tangan militer Israel.