Mencari Wakil Terbaik Lampung, 320 Atlet Hapkido Saling Jegal di Kota Metro

Mencari Wakil Terbaik Lampung, 320 Atlet Hapkido Saling Jegal di Kota Metro
Ratusan atlet bersaing ketat dalam Hapkido Lampung Championship & Try Out Porprov X 2026 di GOR STKIP Rosalia, Kota Metro. Kejuaraan ini menjadi ajang seleksi wakil terbaik Lampung menuju Porprov X dan PON Bela Diri Manado. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Sebanyak 320 atlet dari 9 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung bertarung habis-habisan dalam ajang Hapkido Lampung Championship & Try Out Porprov X 2026 yang dipusatkan di GOR STKIP Rosalia, Kota Metro, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kejuaraan yang diinisiasi oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Indonesia Lampung ini bukan sekadar laga unjuk gigi biasa.

Ratusan peserta yang turun ke matras membawa misi ganda, yakni memanaskan mesin jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung 2026, sekaligus berebut kuota eksklusif untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Manado.

Mengingat tingginya tensi kompetisi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung memberikan atensi khusus.

Mewakili Ketua KONI Taufik Hidayat, Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Dr. Yopi Hutomo Bhakti hadir langsung untuk membuka kejuaraan, didampingi anggota Bidang Binpres Ahmad Abas, serta Ketua Pengprov Hapkido Lampung Dr. Ida Bagus Wiguna.

Dalam kesempatan tersebut, Yopi memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pengprov Hapkido Lampung yang terus melakukan pembinaan dan pengembangan atlet secara berkesinambungan hingga menjadikan ajang ini sebagai salah satu turnamen bela diri terbesar di daerah.

Menurutnya, Hapkido kini menjadi salah satu cabang olahraga andalan yang memiliki arti strategis bagi prestasi olahraga Lampung.

Oleh karena itu, kompetisi di Kota Metro ini menjadi filter utama untuk menyaring petarung dengan mental juara yang siap menghadapi tekanan di kompetisi yang lebih besar.

“Kejuaraan dan try out bukan sekadar ajang bertanding, tetapi menjadi sarana evaluasi kemampuan, pembentukan mental juara, serta pemanasan menuju Porprov X Lampung.

“Lebih jauh, ini adalah seleksi murni menuju PON Bela Diri di Manado,” tegas Dr. Yopi.

Dari arena yang dipenuhi ratusan pasang mata ini, KONI menaruh harapan besar agar lahir atlet-atlet tangguh yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional.

Meski atmosfer di GOR STKIP Rosalia berlangsung kompetitif dengan semangat juang tinggi dari tiap kontingen, pihak penyelenggara tetap mewanti-wanti para atlet untuk mengedepankan etika bela diri dan nilai persaudaraan.

“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Namun, sportivitas, karakter, dan semangat pantang menyerah merupakan kemenangan sejati,” pungkasnya.