Hukum  

Korupsi Tukin Kejari Bandar Lampung Mencuat Usai 21 Jaksa Protes

Korupsi Tukin Kejari Bandar Lampung Mencuat Usai 21 Jaksa Protes
Suasana sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana Tukin Kejari Bandar Lampung, Selasa 6 Juni 2023, di PN Tipikor Tanjungkarang. Foto: Eka Putra

Ia menjelaskan, pernah pula mendapat pemberitahuan dari pihak Bank. Ada beberapa orang yang mengaku sebagai pegawai Kejari Bandar Lampung, melakukan penarikan dana di Mandiri.

Baca Juga: Korupsi Tukin Tiga ASN Kejari Balam Dinonjobkan

Yang rupanya dana tersebut merupakan uang Tukin lebih yang sengaja ditranfer pada Terdakwa, lalu ditarik dengan mengatas namakan Kepala Kejaksaan untuk kembali dimasukkan satu rekening penampung milik salah satu Terdakwa.

“Saya dapat laporan ada beberapa pegawai Kejaksaan ke Bank Mandiri protes mau narik kembali Tukin, katanya sudah sesuai dengan surat perintah dari Kajari. Suratnya mengatas namakan Kajari,” ucapnya kepada Majelis Hakim.

Sementara pada perkara ini sendiri, tiga oknum Pegawai Kejari Bandar Lampung yang dimaksudkan melakukan mark up Tunjangan Kinerja dan lalu menariknya kembali adalah atas nama Len Aini, Berry Yudanto dan Sari Hastiati.

Dimana Len Aini merupakan seorang Bendahara Keuangan, Berry Yudanto selaku Kaur Kepegawaian dan Keuangan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak, serta Sari Hastiati selaku pembuat daftar gaji.

Ketiganya didakwa telah bekerja sama melakukan perbuatan korupsi terhadap dana Tunjangan Kinerja atau uang remunerasi beberapa Pegawai, di Tahun Anggaran 2021 dan 2022.

Dengan cara, yaitu dimana Terdakwa Len Aini meminta kepada Terdakwa Sari Hastiati melebihkan Tukin beberapa Pegawai Kejari Bandar Lampung.

Yang kemudian setelahnya, Berry Yudanto sebagai Pejabat Penandatangan SPM, menarik kelebihan dana di beberapa Rekening, lalu mencantumkan Nomor Rekening pribadi Len Aini untuk menampung uang potongan tersebut.

Dari perbuatan ketiganya, diperkirakan telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp4.124.352.470 (Empat Miliar Seratus Dua Puluh Empat Juta Tiga Ratus Lima Puluh Dua Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Rupiah).