Hukum  

Kejari Bandar Lampung Hentikan Penuntutan Perkara Penganiayaan

Kirka.co
Suasana Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Perkara Penganiayaan, Atas Nama Tersangka Ermawati. Foto arsip Kejari Bandar Lampung

KIRKAKejari Bandar Lampung hentikan penuntutan perkara penganiayaan atas nama Tersangka Ermawati, dengan jeratan pasal 351 ayat (1) KUHP, Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Baca Juga : Kejari Pesawaran Hentikan Perkara Penganiayaan Melalui Restorative Justice 

Penghentian penuntutan perkara berdasarkan keadilan restoratif tersebut dilaksanakan pada Rabu 20 April 2022, usai dilaksanakannya ekspose yang berlangsung secara virtual, antar Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Yang dikabulkan permohonan Restorative Justice tersebut dengan dipenuhinya beberapa syarat diantaranya Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman hukuman terhadap perkara tidak lebih dari lima tahun penjara.

Selanjutnya telah adanya kesepakatan perdamaian antara korban dan tersangka, serta adanya respons positif dari masyarakat atas terjadinya perkara penganiayaan tersebut.

Baca Juga : Kejari Lampung Utara Hentikan Perkara Melalui Restorative Justice 

Dari dikabulkannya permohonan penghentian perkara penganiayaan ini, Jampidum Kejaksaan Agung memerintahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung untuk segera menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan.