Kirka – Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Lampung kembali menggelar program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kali ini, FPTI menyelenggarakan Kursus Dasar Kepelatihan Panjat Tebing yang dipusatkan di kawasan PKOR Way Halim, Bandarlampung.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 14-15 Februari 2026.
Kursus ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari delegasi Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot), organisasi pecinta alam, mahasiswa, hingga tenaga pendidik.
Ketua Umum Pengprov FPTI Lampung, Rudy Antoni menjelaskan, pelatihan merupakan kelanjutan dari program teknis sebelumnya.
Pekan lalu, FPTI telah menyelesaikan pelatihan khusus bagi pembuat jalur tebing (route maker).
“Kami bergerak cepat untuk memfasilitasi pembangunan SDM.
“Panjat tebing kini masuk dalam prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) karena prestasinya yang mendunia. Momentum ini kami manfaatkan untuk mencetak pelatih yang kompeten,” ujar Rudy, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut Rudy, ketersediaan pelatih berkualitas sama pentingnya dengan atlet dan pembuat jalur.
FPTI Lampung menargetkan para lulusan kursus ini mampu mengaplikasikan ilmu kepelatihan standar nasional di daerah masing-masing.
“Harapannya jelas, kami ingin menelurkan pelatih yang mampu mencetak atlet berprestasi. Pembuat jalur harus berilmu, pelatih juga wajib punya pengetahuan yang benar, bukan sekadar pengalaman,” tegasnya.
Berdasarkan data panitia, komposisi 30 peserta kursus kali ini cukup beragam.
Selain utusan internal FPTI, peserta umum mendominasi dengan latar belakang profesi yang bervariasi.
Tercatat 16 peserta berasal dari kategori umum, meliputi 3 orang Guru SD, 4 Guru SMP, 5 Mahasiswa, serta 4 anggota organisasi pecinta alam dan klub panjat tebing.
Sementara itu, 14 peserta lainnya merupakan delegasi resmi dari FPTI daerah.
Rinciannya meliputi Pengkot Bandarlampung (2 orang), Pengkot Metro (4 orang), Pengkab Tulangbawang Barat (2 orang), Pengkab Pesawaran (2 orang), Pengkab Lampung Selatan (3 orang), dan Pengkab Lampung Barat (1 orang).
Sebaran peserta terbanyak berasal dari Kota Bandarlampung dengan total 9 orang, disusul Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, dan Tulangbawang Barat yang masing-masing mengirimkan 4 perwakilan.






