Kasus Eks Kepala Rumah Tangga Wabup Pringsewu Dipelototi

  • Bagikan
Kirka.co
Ilustrasi penipuan. Foto: Istimewa.

KIRKA – Kasus yang diduga menjerat Bambang Tri Urip selaku eks Kepala Rumah Tangga pada Rumah Dinas Wabup Pringsewu, saat ini dipelototi.

Hal ini dikemukakan aktivis antikorupsi di Lampung, Suadi Romli kepada KIRKA.CO pada 1 November 2021. Romli mengungkapkan alasan mengapa ia harus mempelototi kasus tersebut.

“Kita ingin agar ada tindakan yang progresif dalam penanganan perkara ini, dari aparat penegak hukum. Bila ada kesaksian yang mengarah kepada siapapun yang diduga terlibat, segera diperhatikan dan dipertimbangkan,” tutur dia.

Baca Juga : Bambang Tri Urip Jadi Tersangka

Dalam perkara ini, ungkap dia, acap kali disebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat. Penyebutan itu, lanjutnya, muncul di dalam materi laporan polisi dari pelapor.

Bahkan, sambungnya, penyebutan tentang dugaan tentang keterlibatan oknum pejabat turut mengemuka dari tersangka.

“Kita ingin agar supaya tersangka atau pun materi laporan polisi yang menyeret dugaan keterlibatan oknum pejabat itu, dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat dipertimbangkan kelanjutannya,” terang Romli.

“Yang jelas kita akan pantau proses perkara ini ketika masuk dalam proses sidang nanti,” timpalnya.

Kirka.co
Bukti laporan polisi yang dilaporkan pelapor atas nama Ajarudin. Dalam laporan ini, disebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat tinggi pada Pemkab Pringsewu. Foto: Istimewa

Bambang Tri Urip diketahui akan segera disidangkan atas dugaan tipu gelap yang dilaporkan Ajarudin ke Polres Tanggamus kemudian ditangani oleh Ditreskrimum Polda Lampung.

Berkas perkara berikut dengan tersangka diketahui telah dilimpahkan kepada kejaksaan pada 1 November 2021.

Bambang dilaporkan berdasarkan laporan polisi LP/B-759/VII/2019/LPG/RES TGMS. Dalam laporan tersebut, pelapor menerakan keterangan yang diduga melibatkan oknum pejabat tinggi di Pemkab Pringsewu.

Dugaan tipu gelap tersebut disebutkan berkenaan dengan iming-iming pemberian paket proyek infrastruktur senilai Rp 4 miliar.

Pelapor dalam laporan polisi tersebut mengaku telah merugi karena telah memberikan sejumlah uang dan mobil Vellfire.

  • Bagikan