Menu
Precision, Actual & Factual

Jelang Sidang, KPK Beber Identitas Lain Vice President PT SGC

  • Bagikan
Lee Purwati Couholt. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses persidangan lanjutan dalam perkara korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa berjalan sesuai dengan agenda.

Agenda sidang itu sesungguhnya menyoal tentang pemeriksaan saksi-saksi dengan metode konfrontir.

Mereka yang dikonfrontir di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis besok, 27 Mei 2021 adalah Vice President PT SGC Purwati Lee; Bupati Lampung Timur periode 2016-2021 Chusnunia Chalim; Midi Iswanto; Khaidir Bujung; dan Slamet Anwar.

Sejauh ini berdasarkan fakta persidangan, publik hanya tahu bahwa uang Rp 50 miliar yang disebut telah diberikan kepada Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar berasal dari Vice President PT SGC Purwati Lee.

Dalam beberapa kali persidangan, nama itu punya beberapa alias. Ada yang menyebutnya Nyonya Lee; Tante Lee dan Purwanti Lee.

Baru-baru ini, KPK merilis identitas lengkap dari wanita keturunan Tionghoa itu.

Identitas itu diterima KIRKA.CO menjelang persidangan tersebut dilaksanakan.

Poin lain dari keterangan resmi dari KPK itu adalah, penegasan tentang kapan waktu lembaga antirasuah ini mengirimkan surat kepada 5 orang saksi tadi.

“Penuntut Umum KPK sudah mengirimkan surat panggilan saksi secara sah dan patut tertanggal 20 Mei 2021 kepada Midi Iswanto; Khaidir Bujung; Chusnunia Chalim; Slamet Anwar; Lee Purwati Couholt”.

Purwati Lee alias Lee Purwati Couholt bersama keluarga. Foto Istimewa

Pernyataan KPK ini disampaikan JPU KPK Taufiq Ibnugroho menyusul pertanyaan yang dilayangkan KIRKA.CO kepadanya berkaitan dengan persidangan Kamis besok.

Dari keterangan ini, KPK diketahui telah mengirimkan surat kepada saksi yang menjadi salah satu pimpinan di PT SGC. Namanya adalah Lee Purwati Couholt.

Beranjak dari informasi KPK ini, KIRKA.CO melakukan penelusuran. Nama Lee Purwati Couholt terdaftar sebagai alumnus Fakultas Pertanian UGM. Keterangan ini muncul dalam laman resmi UGM.

Meski demikian, identitas lain tentang Purwati juga tertera di beberapa sumber informasi terbuka yang ditemukan KIRKA.CO.

Ada perbedaan atas peneraan identitas terakhir pada Lee Purwati. Bukan Couholt, melainkan Couhault. Keterangan ini muncul dalam dokumentasi yang dimuat dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung.

Putusan MA yang Terregistrasi: MA_1697 K_PDT_2015. Tangkap Layar Vonis MA

Sumber : https://id.scribd.com/document/496838495/MA-1697-K-PDT-2015#download

  • Bagikan