Menu
Precision, Actual & Factual

ICW Pertanyakan Profesionalisme Kejari Bandar Lampung dalam Memburu Satono

  • Bagikan
Kirka.co
"ICW mempertanyakan profesionalisme kinerja Kejaksaan, yang selama ini tidak dapat mendeteksi keberadaan Satono tengah berada di kediaman anaknya, yang tentunya lokasi tersebut sangat mudah sekali untuk diperkirakan," ungkap Kurnia, Selasa sore 13 Juli 2021. Foto Istimewa

KIRKAIndonesia Corruption Watch mempertanyakan profesionalisme Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dalam memburu buronan korupsi paling dicari Satono, yang didapati kenyataan bahwa selama ini ia berada di kediaman anaknya, dimana lokasi tersebut seharusnya dapat dengan mudah diperkirakan.

Kepada KIRKA.CO, Kurnia Ramadhana selaku Peneliti ICW turut mengomentari polemik yang timbul dari peristiwa meninggalnya Satono dalam pelariannya di Jakarta, yang selama ini dikabarkan ia berada di kediaman anak lelaki tertuanya, Risano Awaluddin Wiryawan.

Kejaksaan Negeri Bandar Lampung selaku eksekutor pada perkara korupsi tersebut, selama sembilan tahun tak berhasil menyentuh Satono, meski telah memburunya dengan berbagai macam cara, hingga pada akhirnya ia kembali sendiri ke Lampung dengan keadaan wafat.

Dari kenyataan tersebut, ICW mempertanyakan profesionalisme kinerja kejaksaan selama ini, yang menurutnya lokasi tempat terpidana korupsi Satono tersebut bersembunyi semestinya sudah dapat dipetakan dan diawasi dengan sangat mudah.

“ICW mempertanyakan profesionalisme kinerja Kejaksaan, yang selama ini tidak dapat mendeteksi keberadaan Satono tengah berada di kediaman anaknya, yang tentunya lokasi tersebut sangat mudah sekali untuk diperkirakan,” ungkap Kurnia, Selasa sore 13 Juli 2021.

Diketahui sebelum beredarnya informasi bahwa Satono wafat di rumah putra tertuanya, dirinya dikabarkan terbaring dan mengalami sakit selama dua puluh hari, ia pun akhirnya disemayamkan di kampung halamannya di Pekalongan Kabupaten Lampung Timur, sesuai dengan permintaan Satono kepada keluarga.

  • Bagikan