Hukum  

Hakim Sebut AKP Andri Gustami Tak Bersyukur Atas Jabatannya

Hakim Sebut AKP Andri Gustami Tak Bersyukur Atas Jabatannya
Suasana sidang lanjutan perkara narkotika, atas nama Terdakwa Andri Gustami, pada Senin 13 November 2023, di PN Tanjungkarang. Foto: Eka Putra

KIRKA – Hakim sebut AKP Andri Gustami tak bersyukur atas Jabatannya yang didapat, hingga dirinya punya rasa kecewa dan memutuskan bergabung dengan jaringan narkotika pimpinan Fredy Pratama.

Baca Juga: Jaksa Dinilai Tidak Cermat, PH Minta Dakwaan AKP Andri Gustami Dibatalkan

Gelaran sidang lanjutan narkotika Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan tersebut, kembali dilaksanakan pada Senin 13 November 2023, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut mengahdirkan 3 saksi, dimana 2 orang diantaranya merupakan pada Anggota Kepolisian Daerah Lampung, yang turut mengungkap peran Terdakwa di perkara ini.

Kedua saksi ini, mulanya ditanyai oleh Tim Penasihat Hukum Andri Gustami. Mereka diminta mengungkap raihan apa saja yang sudah dilakukan oleh Terdakwa selama menjabat sebagai Kasat Narkoba Lamsel.

Yang kemudian diuraikan oleh para Saksi, bahwa di bawah kepemimpinan Andri Gustami, Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan banyak mengungkap kasus-kasus besar.

“Selama Pak Andri menjabat, kami akui Lampung Selatan sering dapat kegiatan ungkap kasus dengan Barang-bukti besar-besar,” urai saksi, atas nama Abdurrahman, di PN Tanjungkarang.

Baca Juga: Kecewa Tak Pernah Dapat Penghargaan, AKP Andri Gustami Nekad Khianati Polri

Mendengar singgungan atas jasa-jasa dari Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan tersebut, Hakim pun mengajukan pertanyaan sederhana kepada saksi, tentang alasan Andri Gustami memutuskan bergabung dengan jaringan narkotika.

Yang selanjutnya diungkap, bahwa semua itu dilandasi rasa kecewa Terdakwa terhadap institusi Polri, lantaran tak pernah memberi penghargaan terhadap dirinya meski ia berhasil mengungkap beberapa kasus besar.

“Jadi kalau keterangan yang disampaikan via telfon antara Pak Andri dan Kiv (tangan kanan jaringan narkotika pimpinan Fredy Pratama), Pak Andri mau masuk jaringan karena dia kecewa nggak pernah dapat penghargaan,” ungkap Abdurrahman lagi.