Gedor Kemenpora, KONI Lampung Ajukan Proposal Sarpras dan Peningkatan Mutu Pelatih

Gedor Kemenpora, KONI Lampung Ajukan Proposal Sarpras dan Peningkatan Mutu Pelatih
Rangkaian kegiatan KONI Lampung melobi dukungan sarana prasarana dan peningkatan SDM olahraga di Kemenpora RI, Jakarta. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung bergerak cepat dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, Tim Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dan Pendidikan Penataran (Diktar) KONI Lampung melakukan aksi jemput bola ke Jakarta selama dua hari, Jumat–Sabtu, 13–14 Februari 2026.

Misi utama kunjungan kerja ini menyasar jantung kebijakan olahraga nasional, yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Langkah tersebut diambil guna memastikan percepatan dukungan sarana prasarana (Sarpras) serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) olahraga di Lampung.

Pada hari pertama, Jumat, 13 Februari, tim yang terdiri dari Dr. Yopi Hutomo Bhakti, M.Pd., Suhaimi, S.S., M.Si., Imam Syafei, M.Or., dan Ahmad Abas, S.Or., langsung menyambangi Kemenpora.

Mereka menyerahkan proposal pengajuan sarana prasarana dan peralatan cabang olahraga yang dinilai krusial untuk menunjang latihan atlet.

Tim diterima langsung oleh Staf Sekretaris Bidang Sarana Prasarana.

Tak hanya soal fisik bangunan dan alat, KONI Lampung juga memprioritaskan otak di balik prestasi atlet, yakni pelatih.

Dalam audiensi dengan Asisten Deputi Bidang Peningkatan Tenaga Keolahragaan, tim membahas peluang dukungan program peningkatan kompetensi.

Hal itu bertujuan agar pelatih dan tenaga olahraga di Lampung memiliki standar lisensi dan kemampuan yang kompetitif di level nasional.

Masih di hari yang sama, tim melanjutkan agenda dengan menemui pengurus PB PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Fokus pertemuan adalah memperkuat fondasi cabang olahraga atletik di Lampung.

Diskusi teknis mencakup aturan perpindahan (mutasi) atlet agar sesuai regulasi yang berlaku, serta strategi membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

Kolaborasi jangka panjang antara pusat dan daerah dinilai vital agar Lampung terus melahirkan sprinter dan atlet lapangan yang andal.

Agenda berlanjut pada Sabtu, 14 Februari. Tim Binpres KONI Lampung turun langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan moral bagi atlet cabang olahraga menembak yang sedang berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jakarta.

Dari sembilan atlet yang diturunkan, tim menembak Lampung sejauh ini berhasil mengamankan dua medali perunggu.

Capaian itu pun langsung mendapat apresiasi khusus dari tim kunjungan kerja.

Melihat potensi tersebut, KONI Lampung mencatat perlunya penguatan dukungan sarana latihan menembak melalui pengajuan proposal resmi, agar ke depannya perolehan medali bisa ditingkatkan menjadi emas.

Sekadar informasi, langkah maraton KONI Lampung ini menegaskan komitmen pengurus untuk terus menjalin koordinasi lintas sektor.

Tak lain guna mendongkrak prestasi atlet Lampung, baik di kancah nasional maupun internasional.