Dewas KPK: Lili Pintauli Siregar Tidak Menyesali Perbuatannya

  • Bagikan
Kirka.co
Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar disebut tidak menyesali perbuatannya. Dirinya dinyatakan Dewas KPK telah menyalahgunakan pengaruhnya untuk kepentingan pribadi dan berhubungan dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang mana sedang berperkara dan sedang ditangani KPK. Foto: Istimewa

KIRKA – Dewas KPK menyatakan bahwa Lili Pintauli Siregar tidak menyesali perbuatannya. Meski demikian, Wakil Ketua KPK tersebut dinyatakan mengakui segala perbuatannya.

Hal-hal ini merupakan bunyi amar putusan Dewas KPK kepada Lili Pintauli Siregar terkait proses persidangan dugaan pelanggaran etik yang disidangkan mulai 3 Agustus 2021 kemarin.

Baca Juga : Dewas KPK: Lili Pintauli Siregar Dijatuhi Sanksi Berat

Keterangan ini dikemukakan oleh Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean lewat siaran Youtube KPK RI pada 30 Agustus 2021.

“Pertama yang mau saya sampaikan, bahwa yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Satu lagi, yang bersangkutan tidak menyesal. Itu dua hal yang berbeda, perbuatannya diakui tetapi tidak ada penyesalan terhadap perbuatan itu. Perbuatan diakui, tetapi tidak ada penyesalan. Mungkin, merasa bahwa itu tidak salah sehingga tidak menyesal,” kata Tumpak.

Lili Pintauli Siregar dinyatakan Dewas KPK terbukti bersalah melakukan pelanggaran etik dan dijatuhi sanksi berat berupa pemotongan gaji sebesar 40 persen selama 1 tahun.

Tumpak mengatakan, ada dua hal yang membuat Lili Pintauli Siregar dijatuhi sanksi tersebut.

Baca Juga : Dewas KPK Akan Bacakan Putusan Sidang Lili

Pertama, Lili Pintauli Siregar dinyatakan telah menyalahgunakan pengaruhnya demi kepentingan pribadi.

Kedua, Lili Pintauli Siregar dinyatakan telah melakukan hubungan dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang mana perkara M Syahrial sedang ditangani KPK.

”Berdasarkan persidangan yang sudah kami lakukan beberapa waktu yang lalu. Maka tadi di dalam putusan, majelis Dewas sependapat, musyawarah secara mufakat bahwa kedua perbuatan yang diduga itu, terbukti secara sah dan meyakinkan,” ujarnya.

Baca Juga : Dewas KPK Buka Ihwal Sidang Etik Lili Pintauli Siregar

”Oleh karena itu lah, maka majelis secara musyawarah dan mufakat di dalam rapat musyawarah majelis telah memutuskan, bahwa yang bersangkutan dijatuhi sanksi yang memadai. Oleh karena itu dalam amar putusan yang kami bacakan tadi bahwa terperiksa dalam hal ini LPS [Lili Pintauli Siregara], dijatuhi sanksi berat. [Sanksi berat] Berupa pemotongan gaji [sebesar] 40 persen selama 12 bulan. Itu bunyi amarnya [putusan],” terangnya lagi.

  • Bagikan