Ekonomi Tumbuh, Kopi Ekspor, dan Bebas Malaria: Sisi Lain Tanggamus

Ekonomi Tumbuh, Kopi Ekspor, dan Bebas Malaria: Sisi Lain Tanggamus
Potret ragam potensi Kabupaten Tanggamus: Dari kemegahan gerbang adat, ekonomi timbuh, kopi Robusta komoditas ekspor, lumba-lumba Teluk Kiluan, prestasi kickboxing, hingga status bebas malaria. Foto: Arsip Wiki/Kirka/Iz

KirkaKabupaten Tanggamus membukukan lonjakan performa ekonomi yang signifikan melalui masuknya aliran investasi bernilai jumbo.

Sepanjang 2025, daerah pesisir Provinsi Lampung sukses merealisasikan 726 proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp1,93 triliun.

Capaian penanaman modal didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menyumbang angka Rp1,81 triliun.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, mengungkapkan bahwa tingginya kepercayaan investor berbanding lurus dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanggamus yang meroket menjadi Rp119,4 miliar.

Pendapatan kas daerah bertambah sekitar Rp55 miliar jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi Tanggamus melesat ke angka 4,87 persen dari posisi 4,01 persen.

“Pencapaian secara statistik membuktikan daya tarik daerah sebagai destinasi penanaman modal yang sangat menjanjikan,” ungkap Mahendra, Rabu, 2 September 2026.

Geliat perekonomian lokal ikut ditopang oleh optimalisasi sektor komoditas unggulan dan pariwisata.

Kopi jenis Robusta asal Ulu Belu sukses merambah pasar mancanegara dengan tujuan pengiriman ke Australia, Malaysia, Singapura, hingga kawasan Eropa.

Sementara untuk pariwisata bahari, pesona habitat lumba-lumba di Teluk Kiluan berhasil membawa wilayah pesisir Tanggamus menembus jajaran 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024.

Mahendra berpandangan kemajuan sebuah wilayah tidak sebatas pada indikator finansial semata, melainkan harus berjalan seiring dengan kualitas hidup masyarakatnya.

Fakta lapangan terlihat dari keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tanggamus mempertahankan status bebas malaria sejak Januari sampai Juli 2025.

“Pembangunan sejati adalah perluasan kapabilitas manusia.

“Bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan pemerataan akses kesehatan dan kesempatan yang setara bagi warga,” tegasnya mengutip pemikiran ekonom Amartya Sen.

Peningkatan kualitas hidup masyarakat tergambar secara empiris lewat penurunan persentase penduduk miskin menjadi 10,1 persen dari sebelumnya 14,05 persen dalam satu dekade terakhir.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanggamus ikut terdongkrak ke angka 71,36 dan masuk dalam kategori tinggi.

Prestasi bergengsi turut datang dari gelanggang olahraga tingkat nasional.

Atlet kickboxing asal Tanggamus tampil memukau dengan memborong enam dari total tujuh medali yang diraih kontingen Provinsi Lampung pada gelaran Kejurnas 2025.

“Berbagai capaian positif dari Tanggamus merupakan fakta yang layak mendapat ruang publikasi luas, sekaligus mengimbangi bermacam opini negatif yang kerap beredar di media sosial,” pungkas Mahendra.