Dewas KPK: Lili Pintauli Siregar Dijatuhi Sanksi Berat

  • Bagikan
Kirka.co
Dewas KPK pada 30 Agustus 2021 memutuskan bahwa Lili Pintauli Siregar terbukti secara sah dan meyakinkan telah menyalahgunakan pengaruhnya, dan berhubungan dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial terkait perkara korupsi M Syahrial yang sedang ditangani KPK. Foto: Tangkapan Layar dari Youtube KPK RI.

KIRKA – Hasil persidangan Dewas KPK terhadap Lili Pintauli Siregar sebagai terperiksa, Lili dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi sanksi berat berupa pemotongan gaji sebesar 40 persen selama 1 tahun, (30/08/2021).

Baca Juga : Dewas KPK Akan Bacakan Putusan Sidang Lili

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dalam siaran Yuotube KPK RI mengatakan bahwa ada dua hal yang membuat Lili Pintauli Siregar dijatuhi sanksi tersebut.

Pertama, Lili Pintauli Siregar dinyatakan telah menyalahgunakan pengaruhnya demi kepentingan pribadi. Kedua, Lili Pintauli Siregar dinyatakan telah melakukan hubungan dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang mana perkara M Syahrial sedang ditangani KPK.

”[Pertama] Menyalahgunakan pengaruh untuk kepentingan pribadi. Dan kedua, berhubungan dengan seseorang yang sedang diperiksa perkaranya oleh KPK. Itu merupakan suatu pelanggaran etik yang dirumuskan dalam pakta integritas yang dirumuskan dalam KPK,” kata Tumpak.

Persidangan yang dijalani Lili Pintauli Siregar diketahui dimulai pada 3 Agustus 2021 lalu. Sejak persidangan digelar, penjatuhan sanksi kepada Lili Pintauli dinyatakan merupakan keputusan Dewas KPK selaku majelis pemeriksa.

”Berdasarkan persidangan yang sudah kami lakukan beberapa waktu yang lalu. Maka tadi di dalam putusan, majelis Dewas sependapat, musyawarah secara mufakat bahwa kedua perbuatan yang diduga itu, terbukti secara sah dan meyakinkan,” ujar dia lagi.

Baca Juga : Dewas KPK Buka Ihwal Sidang Etik Lili Pintauli Siregar

”Oleh karena itu lah, maka majelis secara musyawarah dan mufakat di dalam rapat musyawarah majelis telah memutuskan, bahwa yang bersangkutan dijatuhi sanksi yang memadai. Oleh karena itu dalam amar putusan yang kami bacakan tadi bahwa terperiksa dalam hal ini LPS [Lili Pintauli Siregara], dijatuhi sanksi berat. [Sanksi berat] Berupa pemotongan gaji [sebesar] 40 persen selama 12 bulan. Itu bunyi amarnya [putusan],” terangnya lagi.

  • Bagikan