Bawaslu Mengajak Pemilih Pemula Bikin Konten Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Mengajak Pemilih Pemula Bikin Konten Pengawasan Partisipatif
Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung, Yusni Ilham, dalam acara gowes bareng komunitas pesepeda JAGA Bawaslu pada Sabtu (18/6). Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Bawaslu mengajak pemilih pemula bikin konten pengawasan partisipatif untuk meminimalisir peredaran hoaks.

Pemilih pemula rentan terpapar hoaks dan politik uang di Pemilu 2024, khususnya pemilih muda dari kelompok pelajar.

Baca Juga : Bawaslu Lampung Gowes Bareng Menuju Pemilu Sehat

“Kita mengajak mereka untuk menjadi pemilih yang cerdas terkait dengan pemilu ini, tidak mudah terpapar berita hoaks di media sosial,” kata Anggota Bawaslu Bandar Lampung, Yusni Ilham, pada Sabtu, 18 Juni 2022.

Pemilih pemula dari kelompok pelajar merupakan generasi Z yang banyak bersentuhan dengan dunia digital.

Bawaslu Bandar Lampung, lanjut Yusni, berkomitmen mengajak pemilih pemula tidak hanya sebatas datang untuk memilih di TPS menyalurkan hak suaranya.

“Tapi ikut berpartisipasi bagaimana caranya meminimalisir pelanggaran-pelanggaran pemilu,” ujar dia lagi.

Sosialisasi pengawasan partisipatif ke satuan pendidikan SMA,SMK, MA, MAN, akan mengusung konsep kekinian generasi Z yang menyukai teknologi, bukan hanya sekedar menyampaikan informasi pemilu.

“Kita ingin membuat format khusus agar pemilih pemula lebih tertarik untuk ikut terlibat. Biasanya mereka kan pintar membuat konten-konten di media sosial. Jadi pendekatannya lebih ke arah sana,” jelas Yusni.

Dia berharap semua pihak bisa ikut terlibat dalam memberikan pendidikan politik kepada para pemilih pemula. Tidak hanya sebatas menjadikan mereka sebagai lumbung suara setiap kali pemilu tiba.

Media Berperan Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menyampaikan media berperan penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula.

Ketidaknetralan pers menjadi pemicu berbagai ragam pemberitaan dan sentimen negatif terhadap partai politik, pemerintah, dan pers itu sendiri.

“Anak-anak muda penting diajak bareng-bareng dan diberikan pemahaman bahwa politik itu enggak jahat,” kata Khoir.

“Politik itu bagian dari kehidupan kita sehari-hari yang tidak kita sadari,” lanjut dia.

Khoir menekankan pentingnya masyarakat pemilih untuk memperluas literasi, tidak hanya pada aspek-aspek negatif saja, tapi juga pada aspek positif agar lebih bijak mengambil sebuah keputusan.

“Pendidikan politik sangat penting bagi pemilih pemula agar tidak apatis,” ujar dia.

Baca Juga : Bawaslu Bandar Lampung Gandeng Kemenag Sosialisasi Pemilu 2024

Media memiliki kapasitas melakukan penguatan pengawasan partisipatif karena media berperan menyampaikan pesan yang baik dan buruk kepada masyarakat.

“Bawaslu tidak akan bisa dilihat kinerjanya oleh masyarakat kalau media tidak memberitakan. Maka sangat penting komunikasi yang sehat antara media dan penyelenggara pemilu,” tutup dia.