Menu
Precision, Actual & Factual

Ahmad Bastian Ada Peluang Jadi Tersangka

  • Bagikan
Berpeci hitam, Anggota DPD RI Ahmad Bastian disumpah sebelum memberikan kesaksian di hadapan Majelis Hakim pada PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 31 Maret 2021. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.COKomite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) menilai status Saksi Anggota DPD RI Ahmad Bastian memiliki peluang menjadi Tersangka untuk kasus korupsi fee proyek Dinas PUPR Lamsel.

“Kalau melihat dari perannya, Ahmad Bastian ada peluang menjadi Tersangka. Karena dia (Ahmad Bastian) bagian dari pusaran dugaan korupsi itu,” kata Ketua KPKAD Gindha Anshori, Rabu (31/03).

“Persoalannya apakah hukum bisa menjangkau Dia (Ahmad Bastian-red) sebagai warga negara yang sama dihadapan hukum atau tidak. Itu yang menjadi persoalan, mengingat posisinya sebagai anggota DPD RI,” kata Gindha.

Oleh karena itu, ia mendukung langkah KPK untuk mengusut tuntas dugaan korupsi fee proyek di Dinas PUPR Lamsel dan penetapan status Ahmad Bastian untuk kedepannya.

“Kita mendukung kinerja Penyidik KPK, apakah dia layak menjadi Tersangka atau tidak.
Penyidik KPK jangan takut dan goyah karena dia sebagai Anggota DPD RI. Karena tidak ada yang kebal hukum. Kalau seseorang melakukan tindak pidana kejahatan, ya diusut dan ditangkap,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank) Suadi Romli menilai adanya keterlibatan Ahmad Bastian untuk kasus korupsi fee proyek Dinas PUPR Lamsel.

“Dalam pandangan Saya jelas dong adanya keterlibatan Saksi dalam kaloborasi tindak pidana korupsi,” ungkap dia.

Penyidik KPK wajib mendalami keterangan dari Saksi tersebut. Karena, jika melihat dari keterangan Saksi Ahmad Bastian, terlepas kebenaran itu uang pinjaman atau buka, kata dia, ada aliran dana disana.

Sebab, ungkap Romli, berdasarkan keterangan Jaksa KPK Taufiq Ibunugroho saat membacakan BAP Ahmad Bastian di persidangan, anggota DPD RI itu pernah memberikan uang Rp 500 juta kepada Agus BN dengan maksud mendapat paket pekerjaan Rp 9 miliar.

“Jelas ada aliran dana lewat dia, dengan perjanjian proyek. Hal ini wajib di lakukan penyidikan oleh KPK agar persoalan tersebut jelas di permukaan. Karena sudah bisa di ambil kesimpulan jika Saksi punya peran juga dalam lingkaran Fee proyek Lampung Selatan,” ucap Romli.

Penulis: Arif WiryatamaEditor: Arif Wiryatama
  • Bagikan