Dana Cair November, Kampus dan Aset Pemprov Disulap Jadi Arena Porprov Lampung X

Dana Cair November, Kampus dan Aset Pemprov Disulap Jadi Arena Porprov Lampung X
Rapat koordinasi persiapan Porprov Lampung ke-10 (2026). Pemprov Lampung bersama KONI, TNI, dan Polri bahas kepastian anggaran cair November dan optimalisasi aset daerah serta kampus sebagai arena tanding. Foto: Arsip KONI/Kirka/Iz

Kirka – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-10 berjalan sesuai rencana.

Kepastian datang setelah anggaran penyelenggaraan diproyeksikan cair awal November mendatang, diiringi kesiapan skema pemanfaatan aset daerah dan kampus sebagai lokasi pertandingan.

Rencana penggunaan fasilitas pendidikan serta gedung milik pemerintah sebagai arena utama menjadi langkah efisiensi yang rasional.

Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, menjelaskan kebijakan optimalisasi aset diambil mengingat 32 cabang olahraga akan dipusatkan seluruhnya di Kota Bandar Lampung.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan KONI Kota Bandarlampung selaku tuan rumah.

“Pemanfaatan fasilitas yang sudah ada, baik milik perguruan tinggi maupun pemerintah daerah, menjadi fokus utama untuk venue pertandingan,” ungkap Taufik pada rapat koordinasi di Ruang Sakai Sambayan, Selasa, 1 September 2026.

Laju penyiapan arena berbanding lurus dengan kelancaran dukungan finansial.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung mengonfirmasi ploting dana untuk ajang empat tahunan tingkat daerah sudah masuk dalam postur APBD Perubahan.

Kepala BPKAD, Nurul Fajri, menyebutkan realisasi pencairan alokasi dana diperkirakan turun paling lambat pada awal bulan kesebelas.

Kelancaran dari sisi birokrasi keuangan juga mendapat jaminan langsung dari legislatif, tepatnya melalui Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan.

Pihaknya menggaransi tidak ada ganjalan politik anggaran untuk mensukseskan hajat olahraga provinsi.

Dukungan penuh dari sisi infrastruktur dan ketersediaan dana bukan tanpa target.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengingatkan arena Porprov menjadi pijakan awal menyaring atlet berprestasi menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Target kita jelas, sukses prestasi sekaligus sukses pelaksanaan.

“Pembinaan sumber daya manusia lewat olahraga harus disiapkan secara berkelanjutan demi menghadapi agenda nasional,” ucap Marindo.

Selain urusan mencetak juara, perhelatan olahraga skala besar kerap membawa berkah ekonomi.

Panitia penyelenggara sengaja memberi ruang luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar perputaran uang di tingkat akar rumput bisa bergerak cepat.

Seluruh rangkaian kegiatan kelak dikawal penuh oleh gabungan personel TNI, Polri, serta partisipasi aktif elemen masyarakat sipil.