Dua Agenda Besar Menanti, FTI Lampung Matangkan Barisan Pelatih dan Wasit

Dua Agenda Besar Menanti, FTI Lampung Matangkan Barisan Pelatih dan Wasit
KONI Provinsi Lampung mengapresiasi langkah FTI yang mulai mematangkan persiapan atlet dan sumber daya manusia untuk menghadapi sejumlah agenda kompetisi. Foto: Arsip KONI

Kirka – Menyongsong dua kejuaraan bergengsi dalam waktu dekat, Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi Lampung langsung memacu kesiapan sumber daya manusia.

Keputusan federasi menggembleng kompetensi pelatih serta Technical Official (TO) atau pengadil lapangan, memetik apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, memandang pembekalan SDM olahraga merupakan pondasi utama sebelum mencetak prestasi.

Menurutnya, federasi sudah mengantongi peta jalan pembinaan yang jelas.

“Program pembekalan pelatih dan TO menjadi langkah awal yang baik dalam membangun prestasi triathlon Lampung.

“Kita melihat FTI Lampung sudah punya agenda yang terarah dalam mempersiapkan atlet,” kata Taufik di Bandarlampung, Kamis, 27 Agustus 2026.

Persiapan matang memang wajib dilakukan mengingat ada dua hajat besar menanti di depan mata.

Pertama, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Duathlon yang bakal berlangsung di Pantai Cakra, Kabupaten Pesawaran, pada 29 Agustus 2026.

Menyusul setelahnya, agenda kompetisi skala nusantara bertajuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Krakatau Triathlon.

Ajang perlombaan tiga cabang olahraga beruntun dijadwalkan bergulir pada 10 hingga 11 Oktober 2026 berlokasi di Grand Elty Krakatoa, Lampung Selatan.

Menyikapi padatnya jadwal kompetisi, Ketua Umum FTI Lampung Azry Ayu Nabillah memastikan pendidikan wasit maupun pelatih berjalan optimal.

Animo peserta terbilang sangat tinggi. Sejumlah perwakilan dari berbagai daerah ikut ambil bagian dengan membawa latar belakang disiplin olahraga beragam, mulai dari renang, balap sepeda, hingga lari.

“Harapannya nanti akan lahir wasit-wasit yang berkompeten dan bisa mendukung event di Lampung hingga tingkat nasional,” ujar Azry.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus pelatihan, pengurus daerah membuka jalan lebar untuk melanjutkan pendidikan pengadil lapangan ke jenjang nasional.

Peluang mengantongi lisensi resmi dipastikan bakal memperkuat standar kualitas penyelenggaraan pertandingan ke depan, apalagi menyongsong kemeriahan gelaran Krakatau Triathlon.