APH  

Keluarga Beberkan Kondisi Jenazah Siswa SPN Polda Lampung Asal Nias

Jenazah Siswa SPN Polda Lampung Asal Nias
Ilustrasi jenazah. Foto: Istimewa.

KIRKA – Jenazah Siswa Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara atau SPN Polda Lampung asal Pulau Nias berinisial APT dinyatakan telah tiba di Sumatera Utara.

Ayah APT yakni IT membeberkan apa saja hasil pengamatan awal terhadap jasad anaknya kepada KIRKA.CO pada 17 Agustus 2023 pukul 08.23 WIB.

Pengamatan itu kata IT, dilakukan saat jasad APT akan diautopsi.

IT menyebut, beberapa pengamatan terhadap jenazah Siswa SPN Polda Lampung asal Nias tu menghasilkan penilaian sementara.

Pada jasad APT yang dinyatakan menghembuskan napas terakhir pada 15 Agustus 2023 pukul 14.45 WIB di lingkup SPN Polda Lampung didapat beberapa luka.

Dari beberapa luka-luka yang ditemukan di jasad APT kata IT, ada luka yang dianggap tidak selaras dengan penjelasan Kepala SPN Polda Lampung Kombes Pol Frenky Yusandhy.

Baca juga: IPW Sarankan Keluarga Cermati Jasad Siswa SPN Polda Lampung

Karena hal itu, lanjut IT, pihak Keluarga besar APT menolak penjelasan awal mengenai kronologi kematian APT dari Kombes Pol Frenky Yusandhy.

Berikut ungkapan lengkap dari IT mengenai hasil pengamatan jasad anaknya.

“Dari hasil pengamatan kami dari luar ketika pakaian Advent Pratama dibuka (telanjang) saat akan mau dilakukan Autopsi.

Maka kami menemukan:

1. Adanya luka di pelipis panjang ±2cm.

2. Luka di bibir atas ±2cm.

3. Luka di dagu panjang ±1½cm.

4. Memar membiru di bawah tetek 2 (dua) garis sebelah kanan dengan ukuran ±2cmx4cm.

5. Lambung membusung.

6. Luka memanjang di jari telunjuk tangan ±6cm.

7. Luka membulat di atas pinggang dengan diameter ±1½cm.

8. Memar menghitam bulat di pantat pas di tulang ekor dengan diameter ±10cm.

9. Luka-luka yang lain ada di jari dan siku.

Baca juga: Polda Lampung Optimalkan Penuntasan Penyidikan Korupsi Bendungan Margatiga

Oleh karena itu, Laporan Kronologis kematian Ananda Advent yang disampaikan perwakilan dari SPN Polda Lampung oleh bapak Kasek SPN Kombes Frengky, kami menolak,” ujar IT.

Keluarga besar APT menduga, luka-luka yang dilihat pada jasad Siswa SPN Polda Lampung itu bukan karena terjatuh.

“Sebab luka-luka yang dialami Advent bukan lah karena terjatuh tetapi Penganiayaan Berat,” jelasnya.

“Ini hasil pengamatan setelah dibawa ke Ruang Autopsi dengan membuka pakaian korban dengan disaksikan pihak RS dan keluarga korban,” tambahnya.

Menurut IT, pengamatan yang dia paparkan di atas menjadi dasar bagi pihaknya untuk membuat pengaduan ke pihak berwenang.

“(Pengaduan atau Pelaporan merupakan) Langkah selanjutnya yang kita pikirkan,” imbuhnya.

Baca juga: Ditreskrimsus Polda Lampung Tangani 9 Kasus Berkelas Sepanjang Tahun 2022

Merespons pengamatan keluarga APT ini, Polda Lampung angkat bicara.

”Tim kedokteran RS Bhayangkara Polda Lampung telah melakukan pemeriksaan secara mendetail terhadap jenazah APT baik autopsi ringan berupa pemeriksaan kulit luar hingga sebagian dalam jenazah dan memang tidak ada bentuk kekerasan fisik,” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah Astutik pada 17 Agustus 2023.

Di sisi lain, Indonesia Police Watch atau IPW berharap adanya pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa meninggal dunianya APT.

“Perlu dilakukan pemeriksaan Saksi-saksi yang mengetahui peristiwa sebelum meninggalnya Siswa SPN Polda Lampung tersebut,” ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso pada 17 Agustus 2023 pukul 14.59 WIB.

Sebelumnya, Polda Lampung pada 16 Agustus 2023 kemarin menyebut beberapa luka di jasad APT seperti di Dagu hingga Jari dikarenakan APT terjatuh saat roboh dalam barisan menuju Ruang Makan.

Polda Lampung ketika itu tidak menyampaikan adanya luka di atas pinggang hingga memar di area tulang ekor.